Kehadiran 3G Telkomsel di Jambi dipercaya bisa memainkan peranan penting yang mengakibatkan efek imbas (Spill Over Effect) mengingat daerah tersebut merupakan pendukung utama (main hinterland) kerjasama ekonomi regional IMS-GT (Indonesia, Malaysia and Singapore-Growth Triangle).
Peresmian 3G di Jambi dilakukan Gubernur Jambi Zulkifili Nurdin bersama GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma. Peluncuran ditandai dengan video call dari dalam Ruang Rapat Kerja Kantor Gubernur Jambi dengan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, Syarif Syarial Ahmad, yang berada di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pelanggan di Jambi dilayani 9 Node B (BTS 3G) yang meliputi wilayah seperti : Bandara Sultan Thaha, JPM, The Hok, Kebun Handil, Jelutung, Mall Kapuk, simpang Pulai, Murni, Makalam,Pasar Mayang Sari,Pusat Perdagangan Jl.Gatot Subroto, Broni, Telanai Pura,Sungai Kambang, Hotel dan Pertokoan Abadi, Ancol, Sipin dan seputar kantor Gubernur Jambi.
"Hadirnya layanan 3G di Jambi tentunya telah ditunggu-tunggu, bahkan per hari ini saja telah tercatat sekitar 52.000 pelanggan yang telah registrasi 3G di Jambi. Animo tersebut mencerminkan potensi yang sangat besar mengingat pertumbuhan pelanggan 3G pada umumnya merupakan pelanggan existing, ditambah lagi harga ponsel 3G yang semakin terjangkau," Ketut menambahkan.
Era baru layanan 3G menghadirkan beragam fitur seperti: video call (komunikasi layaknya tatap muka langsung), video conference, video surveillance (melihat atau memantau lokasi langsung dari ponsel), mobileTV live (nonton TV di ponsel), mobile video, serta high speed browsing internet and data download hingga 3,2 Mbps (megabit per detik). (rou/wsh)