Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ini 5 Inovasi Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026

Ini 5 Inovasi Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026


Anggoro Suryo - detikInet

NEW YORK, NEW YORK - OCTOBER 02: General view has holograms are displayed during the official launch of the FIFA World Cup 2026 Match Ball
Foto: Getty Images/Sarah Stier
Daftar Isi
Jakarta -

Gelaran ajang sepak bola terbesar sejagat, FIFA World Cup 2026, dipastikan akan mencetak sejarah baru. Tidak hanya memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak dan diselenggarakan di tiga negara sekaligus (Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada), turnamen yang berlangsung selama 39 hari ini juga akan menjadi panggung unjuk gigi teknologi paling mutakhir.

Demi meningkatkan pengalaman menonton bagi para penggemar sekaligus membantu pemain dan ofisial di lapangan, FIFA telah menyiapkan serangkaian inovasi canggih.

Berikut adalah lima teknologi dan aturan baru yang siap meramaikan Piala Dunia 2026:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

1. Bola Pintar Bersensor 'Trionda'

Adidas kembali menghadirkan bola resmi yang diberi nama 'Trionda' (berasal dari bahasa Spanyol yang berarti 'tiga gelombang'). Ini bukan sekadar bola sepak biasa.

Di bagian dalamnya tertanam sebuah chip sensor canggih bernama Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor ini bekerja bagaikan otak kecil yang mampu merekam data pergerakan bola sebanyak 500 kali per detik.

"Teknologi ini mengirimkan data presisi ke sistem Video Assistant Referee (VAR) secara real-time, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan ofisial pertandingan, termasuk terkait insiden offside," tulis pernyataan resmi FIFA.

2. Avatar Pemain 3D Berbasis AI dan Bodycam Wasit

Keterlibatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) juga akan sangat terasa berkat kerja sama strategis antara FIFA dan raksasa PC, Lenovo.

Setiap pemain yang berlaga di Piala Dunia akan dipindai secara digital untuk menciptakan avatar model 3D yang sangat akurat. Proses pemindaian ini hanya memakan waktu sekitar satu detik dan mampu melacak dimensi tubuh pemain dengan sangat detail.

Data avatar ini digunakan untuk memperkuat teknologi offside semi-otomatis, serta memberikan tayangan VAR 3D yang jauh lebih realistis bagi penonton di stadion maupun di layar kaca.

Selain itu, seluruh wasit di 104 pertandingan akan dilengkapi dengan kamera tubuh (bodycam) untuk memberikan sudut pandang orang pertama (first-person view) yang imersif kepada para penggemar.

3. Anjing Robot Pengaman

Di sektor keamanan, pihak kepolisian Meksiko tidak mau kalah canggih. Pemerintah kota Guadalupe (bagian dari area metro Monterrey) mengerahkan kawanan "anjing robot" untuk mengamankan jalannya turnamen.

Robot berkaki empat senilai 2,5 juta peso (sekitar Rp 2,3 miliar) ini ditugaskan untuk masuk ke area berbahaya atau mendatangi lokasi keributan. Mereka akan menyiarkan video langsung (live streaming) ke pusat komando keamanan. Tujuannya adalah memberikan gambaran situasi awal guna melindungi keselamatan fisik anggota kepolisian sebelum mereka terjun ke lokasi konflik.

4. Teknologi Offside Semi-Otomatis Super Cepat

Sering kesal melihat asisten wasit terlambat mengangkat bendera offside? Di Piala Dunia 2026, hal itu akan berkurang drastis.

FIFA menghadirkan versi terbaru dari teknologi offside semi-otomatis. Jika sistem sebelumnya baru akan memberi peringatan saat pemain terjebak offside lebih dari 50 cm, kini sensor tersebut jauh lebih sensitif dan bisa mendeteksi jarak sekecil 10 cm.

Hebatnya lagi, sistem ini akan mengirimkan peringatan audio secara real-time langsung ke earpiece yang dipakai wasit utama di lapangan. Namun, sistem ini tetap memiliki batasan, yakni tidak bisa digunakan untuk pelanggaran offside yang bersifat subjektif atau saat posisi pemain terlalu bertumpuk di atas lapangan.

5. Aturan Wajib 'Hydration Break'

Di luar kecanggihan digital, FIFA juga memperkenalkan inovasi aturan berbasis keselamatan pemain. Mulai 2026, akan ada jeda minum (hydration break) wajib selama tiga menit di setiap babak (tepatnya sekitar menit ke-22).

Aturan ini diberlakukan secara mutlak, tidak peduli apakah cuaca sedang panas, dingin, atau stadion memiliki atap tertutup.

"Untuk setiap pertandingan... akan ada jeda minum tiga menit. Waktu tiga menit ini dihitung dari peluit (berhenti) hingga peluit (dimulai kembali) di kedua babak," tegas Manolo Zubiria, Chief Tournament Officer USA untuk FIFA World Cup 2026.

Dengan perpaduan antara keamanan AI, presisi sensor, dan aturan yang mengutamakan kesehatan pemain, Piala Dunia 2026 siap menyajikan tontonan olahraga yang paling modern dalam sejarah, demikian dikutip detikINET dari Al Jazeera, Rabu (10/6/2026).




(asj/asj)




Hide Ads