Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trionda, Bola Piala Dunia 2026 Canggih untuk Bantu Wasit

Trionda, Bola Piala Dunia 2026 Canggih untuk Bantu Wasit


Fino Yurio Kristo - detikInet

NEW YORK, NEW YORK - OCTOBER 02: General view has holograms are displayed during the official launch of the FIFA World Cup 2026 Match Ball
Trionda, Bola Piala Dunia 2026 Canggih untuk Bantu Wasit. Foto: Getty Images/Sarah Stier
Jakarta -

Bola Piala Dunia 2026 buatan Adidas yaitu Trionda, mengadopsi teknologi tinggi dalam upaya membuat setiap pertandingan berjalan seadil mungkin. Bola elektronik ini harus diisi daya sebelum setiap pertandingan dimulai.

Adidas, yang memproduksi bola untuk Piala Dunia sejak 1970, tahun lalu meluncurkan bola Trionda dengan "Teknologi Bola Terhubung" untuk membantu tugas perwasitan selama pertandingan. Bola tersebut harus diisi dayanya karena sensor takkan bisa beroperasi tanpa baterai.

"Setiap bola diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan sebelum laga dimulai guna memastikan fungsinya berjalan optimal selama pertandingan penuh dan bahkan setelahnya," ungkap juru bicara Adidas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikiNET dari Newsweek, dia menambahkan baterai yang digunakan memiliki standar tertinggi sehingga memungkinkannya bertahan hingga beberapa kali lipat dari durasi pertandingan tingkat atas.

ADVERTISEMENT

Bola tersebut berisi chip sensor gerak unit pengukuran inersia yang ditahan oleh sistem suspensi, berfungsi mengumpulkan dan mengirimkan data ke sistem VAR. Sensor-sensornya akan melacak setiap sentuhan dan dapat membantu wasit membuat keputusan terkait potensi off side, handball, dan berbagai insiden umum lain.

"Sepanjang proses validasi, serta dalam dua kompetisi Piala Dunia FIFA dan UEFA EURO 2024 & 2025 yang telah kami layani sejauh ini, belum pernah ada satu skenario pun di mana kami harus mengganti bola akibat baterai yang lemah," sebut jubir Adidas.

Piala Dunia edisi sebelumnya juga telah menampilkan bola berteknologi tinggi yang dapat diisi ulang. Saat itu, Adidas bekerja sama dengan perusahaan teknologi Kinexon untuk menciptakan teknologi bola terhubung dengan VAR, yang digunakan di sepanjang 64 pertandingan dalam turnamen.

Pihak Kinexon mengatakan bola berteknologi tinggi ini diisi dayanya secara nirkabel melalui stasiun pengisian daya khusus. Dibutuhkan sekitar 90 menit untuk kapasitas penuh yang bisa bertahan sekitar 6 jam untuk penggunaan aktif dalam pertandingan. Bola ini juga mampu mendeteksi kapan berada di luar lapangan permainan dan akan beralih ke mode hibernasi untuk memperpanjang usia baterai.

Berbeda dengan bola Piala Dunia 2022, seri 2026 memiliki sensor yang ditanamkan di sisi bola, bukan di titik tengahnya. Bola edisi 2026 ini dirancang untuk memberikan penghormatan kepada ketiga negara tuan rumah melalui skema warna merah, hijau, dan biru, serta ikonografi yang mencakup daun maple, elang, dan bintang.




(fyk/afr)




Hide Ads