"Kompetisi antara IPTV dengan teknologi TV yang lain seperti TV kabel sudah dimulai. Ini lantaran adanya teknologi mobile broadband dan wireless network," demikian ditegaskan Chief Technical Officer (CTO) Ericsson, Hakan Eriksson, Senin siang (12/2/2008) pukul 13.00 - 13.30 waktu Barcelona (19.00 WIB).
Dalam wawancara khususnya dengan detikINET, harian Kompas, Bisnis Indonesia dan The Jakarta Post, Eriksson pun menjabarkan bahwa faktor pendorong lain masuknya IPTV ke dalam kompetisi tersebut adalah kian banyaknya tertanam kartu atau chip High Speed Packet Access (HSPA) di notebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen
Menyinggung tren infrastruktur mobile broadband masa depan, Eriksson yakin bahwa nanti semua teknologi selular yang ada sekarang akan mengerucut ke platform Long-Term Evolution (LTE).
Dengan gayanya yang persis seperti dosen mengajar, Eriksson memberikan paparan sejumlah visi dan tren teknologi telekomunikasi mendatang. Para 'mahasiswa'-nya dengan tekun menyimak, mencatat dan sesekali bertanya. Persis seperti sesi perkuliahan.
Eriksson kemudian menjelaskan bahwa era teknologi Generasi ke-3 (3G) yang diusung oleh WCDMA/HSPA, TD-CDMA, EVDO maupun WiMAX perlahan akan segera tergantikan dengan era Generasi ke-4 (4G) dalam hal ini teknologi LET pada tahun 2010.
"WiMAX sendiri masih belum jelas. Masih banyak tanda tanya di dalam (implementasi) teknologi WiMAX ini," tegasnya.
LTE dan 4G
Adapun LTE sendiri adalah evolusi berikutnya dari standar mobile network yang dirilis oleh 3GPP (Third-Generation Partnership Project). Teknologi LTE dirancang untuk dapat lebih efisien dalam hal utilitas spektrum frekuensi yang digunakan, baik pada pita frekuensi nirkabel yang ada saat ini maupun masa depan.
Channel bandwidth yang didukung oleh platform LTE tersebut adalah pada kisaran 1,4 - 20 MHz. LTE sendiri telah didukung oleh berbagai produsen infrastruktur telekomunikasi dunia, semisal Ericsson, Alcatel-Lucent dan Nokia-Siemens Network. Berdasarkan pengamatan detikINET di sejumlah booth produsen di atas, masing-masing sudah mulai memaparkan kemampuan infrastruktur LTE-nya.
Peningkatan trafik data juga menjadi perhatian serius Ericsson. "Trafik data kini meningkat pesat, ketimbang trafik suara. Trafik data bisa 20 kali lebih besar daripada trafik suara, tetapi dengan 10 kali lebih efisien," tambah Erikkson.
Untuk itulah, masih menurutnya, Ericsson melakukan berbagai bentuk pengembangan teknologi infrastruktur yang dimilikinya untuk mengadopsi kebutuhan pengguna, khususnya untuk trafik data.
"Kini HSPA bisa melayani 40 Mbps. Ke depannya, teknologi 4G akan bisa melayani 100 Mbps di wide-area atau 1 Gbps di indoor. Teknologi infrastruktur telekomunikasi selalu berevolusi setiap dekade (10 tahun - red.)," ujarnya yakin.
Ditandaskan pula olehnya, saat ini mungkin belum banyak yang butuh kecepatan 4G tersebut. Tetapi kedepannya, selalu ada hal yang kemudian akan mengoptimalisasi bandwidth di tiap generasi tersebut.
"Contohnya saat saya melakukan riset awal untuk 3G pada awal 1991, belum terpikirkan untuk apa nantinya. Dan ternyata Internet mulai berkembang pada tahun 1996. Dan akhirnya kini teknologi 3G bermanfaat untuk melayani kebutuhan trafik data Internet," ujarnya.
.
Keterangan foto:
- Chief Technical Officer (CTO) Ericsson, Hakan Eriksson saat memberikan sesi "kuliah" pada acara wawancara khusus dengan wartawan Indonesia di acara Mobile World Congress 2008, Barcelona - Spanyol.
- Setelah "kuliah" usai, wartawan Indonesia mendapatkan paparan teknologi telekomunikasi terkini di booth Ericsson.
"Laporan dari Barcelona" ini terselenggara atas undangan Ericsson Indonesia.

(dbu/dbu)