Presiden Komisaris ACeS, Adi R. Adiwoso menuturkan, pihaknya akan menggunakan teknologi tepat guna sehingga bisa menekan biaya operasional secara signifikan.
"Dengan total biaya Rp 1,7 triliun selama lima tahun, ACeS hanya membutuhkan dana 32% dari total pagu yang disiapkan pemerintah. Harga yang ditawarkan ACeS adalah harga yang wajar untuk 11 blok wilayah pelayanan universal telekomunikasi," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Selasa (4/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak masalah. Masa orbit Garuda 1 masih bisa di-increnasi (diperpanjang) hingga lima tahun saat orbitnya berada di titik 0 derajat pada tahun 2012, jadi masih bisa beroperasi hingga 2017. Secara teknis satelit normal, itu sudah biasa," jelas Adiwoso.
Sementara, Director of Human Resources and Administrations ACeS, Anita Nuraeni mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan jaringan yang telah ada melalui perjanjian kerja sama atau penyewaan dengan operator lain.
"Kami akan memanfaatkan jaringan XL (PT Excelcomindo Pratama Tbk) untuk akses GSM dan jaringan milik Bakrie Telecom untuk akses CDMA. Sehingga kami bisa menyambungkan jaringan di desa USO ke jaringan milik mereka guna menyediakan akses telepon perdesaan," tukas Anita.
Saat disinggung mengenai lisensi jaringan tetap yang tidak boleh dipakai oleh perusahaan yang belum memiliki jaringan tetap seperti XL, Anita tidak menjawab.
Dalam mengikuti tender USO, ACeS pernah terkendala kepemilikan asing yang jumlahnya di atas 49% sesuai dengan yang disyaratkan pemerintah untuk memperoleh lisensi jaringan tetap. Namun hanya dalam sehari sebelum penyerahan dokumen sampul pertama, kepemilikan asing di tubuh perusahaan tersebut hanya tersisa 48%. Pengurangan besar-besaran terjadi pada saham milik ACeS Ltd, sementara sisanya adalah investor lokal.
"Kami memang sudah berencana untuk mengubah komposisi kepemilikan saham sejak lama. Namun, berhubung kita akan mengikuti tender USO, perubahan itu kami percepat," Anita menandaskan.
ACeS bersama PT Telkom Tbk akan berebut proyek USO di 11 blok di seluruh Indonesia. Telkom sendiri secara tidak langsung juga memiliki saham di ACeS melalui PT Pasific Satelit Nusantara (PSN). Telkom menguasai 30% saham di PSN, sementara PSN memiliki 5% saham di ACeS. (rou/dwn)