Daftar Isi
Apresiasi Konektivitas Digital 2026 oleh Bakti Komdigi dan Detikcom, diselenggarakan untuk memberikan panggung bagi individu, komunitas, hingga institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerahnya masing-masing.
Apresiasi tersebut dikelompokkan dalam beberapa kategori, berikut ini adalah daftar pemenang dari kategori individu dan komunitas.
Dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jumat (17/4/2026), Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat, dinobatkan sebagai pemenang Individu Pejuang Internet Masuk Desa, penyiar radio Inez Senia dinobatkan sebagai pemenang Individu Pegiat Literasi Digital di Desa, Irson Hanunu seorang Kepala Sekolah SMK dinobatkan sebagai pemenang Individu Konten Kreator Lokal Kreatif, dan Relawan TIK Aceh dinobatkan sebagai pemenang Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaluddin
Saat pertama kali bertugas di Asmat pada tahun 2004, Jamaludin menyatakan kondisinya masih banyak blank spot. Pada tahun 2005 terdapat 1 tower yang dibangun oleh Telkomsel dengan sinyal 2G saat itu. Dulu di distrik atau kampung-kampung itu belum ada sinyal sama sekali.
Jamaludin berperan mengupayakan akses infrastruktur internet ke pihak pemerintah pusat. nominator sering berkomunikasi dengan BAKTI Kominfo di Jakarta untuk internet maupun untuk BTS. Nominator juga aktif untuk mengawal lewat terjun langsung ke lapangan saat melakukan survei dan pembangunan BTS di kabupaten Asmat.
Sekarang BTS sudah banyak terdapat di kampung dan distrik di Asmat. Pada tahun 2024, terhitung 185 BTS telah dibangun di Asmat dan menjadikannya sebagai terbanyak kedua setelah Jayawijaya. nominator menyatakan aspirasinya agar kapasitasnya bandwidth dinaikkan agar bisa menarik pengguna lebih banyak lagi.
Inez Senia
Inez merupakan seorang penyiar radio yang setelah tahu manfaat literasi digital melalui konten, menjadi bersemangat dan terus menyebarkan literasi digital. Dia melaksanakan kegiatan literasi digital dengan fokus peserta perempuan, mahasiswa/ pelajar, wartawan lokal dan masyarakat adat di wilayah Kabupaten Jayapura. Inez aktif dalam komunitas penggiat ekosistem digital sejak tahun 2023.
Inez aktif melakukan edukasi literasi digital kepada berbagai kalangan baik secara daring maupun luring. Hingga kini Inez telah mengisi 4 kali kegiatan literasi digital dan pemanfaatan tools digital. Materi yang diajarkan oleh Inez antara lain tentang public speaking, penggunaan aplikasi CapCut untuk penyuntingan konten, dan juga pengelolaan media sosial.
Audiens berasal dari berbagai kalangan antara lain komunitas pemuda-pemudi gereja, UMKM, sektor pariwisata, pelajar, umum termasuk kalangan ibu-ibu. Terdapat juga peserta yang berasal dari luar daerah domisili nominator.
Irson Hanunu
Irson merupakan anggota dari komunitas BAKTI E-Community yang aktif dalam membuat konten daerah dan konten pendidikan. Dengan total followers 700 ribu di Facebook dan 13 ribu di YouTube, dirinya aktif membagikan konten edukasi maupun pemanfaatan digital marketing di media sosial.
Selain itu, aktif dalam kegiatan kampanye sosialisasi literasi digital yang dilaksanakan oleh BAKTI. Fokus kegiatan pada pemberdayaan tenaga pendidik, dan pemuda adalah bekalnya dalam menyebarkan hal positif seputar digitalisasi.
Konten nominator ada pada Facebook Pro atas nama Irson Hanunu, Instagram @irson_hanunu, dan TikTok irson hanunu. nominator kini memiliki 526,6 ribu pengikut dan 12,2 juta suka pada akun TikToknya dan 76,5 ribu pengikut pada akun Instagramnya (per 3 Maret 2026).
Relawan TIK Aceh
Gerakan Relawan TIK Aceh (RTIK Aceh) pasca banjir menggalang kolaborasi multi-pihak untuk memulihkan aksesibilitas digital darurat: bersama Pemerintah (Kominfo, Polri, Diskominfo), mereka mendirikan posko internet darurat menggunakan perangkat satelit Starlink dan bertindak sebagai fasilitator komunikasi bagi korban, serta menjalin kemitraan dengan jejaring seperti Siberkreasi dalam upaya literasi digital mendesak untuk melawan penyebaran hoaks dan informasi palsu di media sosial yang sering terjadi saat bencana.
Selain itu, RTIK juga bersinergi dengan Sektor Swasta (ISP/Provider) untuk mempercepat pemulihan jaringan seluler dan menggalang donasi logistik penting (power bank dan genset), serta berkoordinasi dengan tim relawan lain, termasuk (secara fungsional dalam konteks TIK kebencanaan) organisasi seperti Yayasan Air Putih dan Relawan Lintas Komunitas, guna memastikan manajemen bantuan berjalan efektif berbasis data di tengah tantangan geografis dan infrastruktur yang lumpuh.
Aksi kolaboratif yang diinisiasi Relawan TIK Aceh bersama mitra jejaring seperti Siberkreasi pasca banjir berdampak krusial pada masyarakat melalui penyediaan aksesibilitas dan peningkatan literasi digital: dengan terbukanya jaringan internet darurat (menggunakan Starlink/VSAT) di posko pengungsian, isolasi komunikasi terputus sehingga warga dapat menghubungi keluarga dan mengurangi kecemasan sosial.
Pada saat yang sama, kegiatan literasi digital dari Siberkreasi secara langsung meningkatkan kemampuan warga memilah informasi dan memerangi hoaks yang sering memicu kepanikan, sehingga menjadikan TIK sebagai alat vital untuk ketahanan bencana, alih-alih sekadar hiburan.
(asj/asj)

