Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Ungkap Faktor yang Bikin Internet RI Jadi Ngebut

Indosat Ungkap Faktor yang Bikin Internet RI Jadi Ngebut


Agus Tri Haryanto - detikInet

Indosat Ooredoo Hutchison
Foto: Indosat
Jakarta -

Pemerintah menargetkan peningkatan kecepatan broadband nasional hingga 60 Mbps di 2026, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025-2029. Bagaimana respon Indosat Ooredoo Hutchison?

Chief Legal Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Reski Damayanti, mengatakan pihaknya akan mendukung penuh arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kecepatan internet nasional.

"Kebijakan ini merupakan langkah positif untuk mendorong pemerataan akses digital dan memastikan kualitas konektivitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah," ujar Reski kepada detikINET, Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, peningkatan kecepatan dan kualitas jaringan merupakan fondasi penting dalam percepatan transformasi digital nasional. Hal ini mencakup pemanfaatan teknologi berbasis data hingga adopsi kecerdasan artifisial (AI), yang menuntut konektivitas stabil, berkapasitas tinggi, dan berlatensi rendah.

ADVERTISEMENT

"Karena itu, fokus pada stabilitas layanan dan pemerataan kualitas akses menjadi sama pentingnya dengan pencapaian target kecepatan nasional," ucapnya.

Dari sisi kesiapan jaringan, Indosat terus memperkuat kapasitas melalui perluasan BTS 4G dan 5G secara bertahap di berbagai wilayah Tanah Air. Langkah ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kecepatan internet berjalan seiring dengan kualitas layanan yang andal.

Meski demikian, Indosat menilai pencapaian target broadband nasional akan sangat dipengaruhi oleh ekosistem pendukung. Faktor kunci tersebut meliputi ketersediaan spektrum yang memadai, kebijakan harga spektrum yang terjangkau dan berkelanjutan, baik untuk spektrum eksisting maupun yang akan dirilis ke depan, serta kemudahan perizinan dan kebijakan lain yang mendorong keberlanjutan investasi jaringan dan layanan telekomunikasi.

Reski menambahkan bahwa target peningkatan kecepatan broadband nasional merupakan agenda kolaboratif yang membutuhkan kemitraan erat antara pemerintah dan industri.

Menurutnya, diperlukan kerangka regulasi yang seimbang antara kepentingan publik dan keberlangsungan industri agar pemerataan kualitas layanan dapat terwujud secara berkelanjutan.

"Indosat memandang pencapaian target broadband nasional sebagai agenda kolaboratif yang memerlukan kemitraan erat antara pemerintah dan industri, dengan kerangka regulasi yang seimbang antara kepentingan publik dan keberlangsungan industri, agar pemerataan kualitas layanan dapat terwujud secara berkelanjutan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet Indonesia bisa tembus 100 Mbps hingga 2029. Koneksi tersebut akan ditingkatkan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025-2029, kecepatan internet baik mobile broadband maupun fixed broadband ditargetkan mencapai 100 Mbps pada 2029. Pengerjaan peningatan kualitas internet ini akan dikerjakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi.

Untuk internet pita lebar bergerak (mobile broadband), Komdigi mencatat kecepatan rata-rata nasional pada 2024 berada di angka 47,02 Mbps. Di awal pemerintahan Prabowo, Komdigi berencana menambah kecepatan internet tersebut dengan kecapatan 50 Mbps di 2025, 60 Mbps di 2026, 75 Mbps di 2027, 90 Mbps di 2028, dan 100 Mbps pada 2029

Peningkatan ini akan didorong melalui optimalisasi jaringan 4G, perluasan layanan 5G di wilayah prioritas, serta peningkatan kualitas layanan (quality of experience/QoE), bukan sekadar penambahan cakupan.




(agt/agt)






Hide Ads