'Pendapatan SLI akan Turun Terus'
- detikInet
Jakarta -
Jasa akses sambungan langsung internasional (SLI) yang mengandalkan kejernihan suara, diperkirakan akan terus menurun pendapatannya meski dari segi bisnis diyakini masih prospektif.Kepala Divisi Infrastruktur Telkom, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan, jasa sambungan suara berbasis protokol Internet (VoIP/ITKP) yang lebih murah akan lebih diminati meski berkualitas lebih rendah dari layanan SLI. "Sudah nature-nya, pendapatan SLI akan turun terus digerus VoIP atau ITKP," ujarnya di Gedung Telkom Multimedia, Jakarta.Sarwoto menjelaskan, layanan SLI cenderung lebih mahal ketimbang VoIP/ITKP karena menggunakan teknologi berbasis Time Division Multiplexing (TDM), di mana dalam satu percakapan menggunakan satu kanal suara sehingga kualitas sambungan suara dari ujung ke ujung menjadi jernih (clear channel).Sementara dalam layanan VoIP/ITKP, kata dia, tarif bisa lebih murah karena tiap sambungan percakapan akan diubah menjadi data digital yang dikompres dan dihantarkan melalui protokol internet (IP). Setelah sampai ke alamat IP yang dituju, lanjut dia, baru kemudian data digital tersebut didekompresi menjadi suara analog."Dalam satu kanal, VoIP bisa mengantarkan delapan sambungan suara sehingga harga yang ditawarkan bisa lebih murah ketimbang SLI yang hanya menggunakan satu kanal," jelasnya.Telkom sendiri mengklaim masih menguasai pangsa pasar jasa akses SLI di Indonesia sebanyak 51%. Kata Sarwoto, pada 2006 lalu pihaknya berhasil meraih pendapatan Rp 1,2 triliun dari SLI. "Pada 2007 ini, revenue SLI dari clear channel kami perkirakan masih akan naik 20%," ujarnya.
(rou/wsh)