Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Ubah Android Jadi 'Agen' AI yang Bisa Bertindak Sendiri

Google Ubah Android Jadi 'Agen' AI yang Bisa Bertindak Sendiri


Fino Yurio Kristo - detikInet

Mountain View, California, USA - March 29, 2018: Google sign on the building at Googles headquarters in Silicon Valley . Google is an American technology company in Internet-related services and products.
Google. Foto: iStock
Jakarta -

Google menjadikan Gemini bukan sekadar chatbot AI, melainkan diimplementasikan di seluruh ponsel, browser, mobil, dan laptop, hanya beberapa minggu sebelum Apple diperkirakan akan memamerkan pembaruan Apple Intelligence yang didukung Gemini di ajang WWDC.

Menjelang konferensi Google I/O minggu depan, mereka memberikan pratinjau sejumlah pembaruan Android, termasuk otomatisasi aplikasi bertenaga AI, versi Chrome yang lebih pintar di Android, tool baru untuk kreator, pengalaman Android Auto yang didesain ulang, serta serangkaian fitur keamanan baru.

Dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (16/5/2026), Alphabet mengandalkan Gemini untuk membantu Google bersaing dengan OpenAI dan Anthropic di pasar AI, sekaligus menjadi tulang punggung di seluruh portofolio produk yang luas, termasuk Android.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Gemini turut menenagai sebagian AI baru Apple, memberikan Google peran dalam pembaruan AI pembuat iPhone tersebut, di saat Google sendiri berpacu membuktikan bahwa versi kecerdasan buatan personal di ponsel miliknya sudah jauh lebih maju.

ADVERTISEMENT

Sameer Samat, yang mengawasi ekosistem Android Google, menyebut Google membangun ulang bagian-bagian dari Android dengan berpusat pada Gemini Intelligence untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas sehari-hari lebih mudah. "Kami sedang bertransisi dari sebuah sistem operasi jadi sebuah sistem kecerdasan," ujarnya.

Gemini Intelligence akan dapat berpindah antar-aplikasi, memahami apa yang ada di layar, dan menyelesaikan tugas yang biasanya mengharuskan pengguna melompat dari satu layanan ke layanan lainnya. Berarti Android bergerak melampaui model asisten tradisional, di mana pengguna mengajukan pertanyaan dan mendapat jawaban, menjadi lebih bertindak seperti agen AI.

Sebagai contoh, Gemini dapat menarik informasi relevan dari Gmail, membuat keranjang belanja, dan melakukan reservasi. Samat memberikan contoh dengan meminta Gemini melihat daftar tamu pesta barbeku, menyusun menu, menambahkan bahan ke daftar belanja di Instacart, dan minta persetujuan sebelum pembayaran.

Kekhawatiran besar seputar agentic AI termasuk potensi software mengambil tindakan atas nama pengguna tanpa izin. Samat menegaskan bahwa Gemini akan kembali ke pengguna sebelum menyelesaikan sebuah transaksi, seraya menambahkan manusia akan selalu dilibatkan di dalamnya.

Fitur otomatisasi aplikasi ini akan diluncurkan bertahap, dimulai dengan ponsel Samsung Galaxy dan Google Pixel terbaru, sebelum diperluas ke lebih banyak perangkat Android, termasuk jam tangan, mobil, kacamata pintar, dan laptop pada akhir tahun ini.

Perusahaan juga mendesain ulang Android Auto dengan berpusat pada Gemini. Android Auto telah hadir di lebih dari 250 juta mobil. Rilis barunya mencakup pembaruan peta terbesar dalam satu dekade terakhir serta bantuan bertenaga Gemini untuk tugas seperti memesan makan saat mengemudi.

Strategi AI Alphabet disambut baik Wall Street, mendorong harga saham perusahaan tersebut naik lebih dari 140% dalam setahun terakhir, dibandingkan dengan kenaikan Apple yang hanya sekitar 40%. Para investor kini ingin melihat bagaimana Gemini dapat menjadi lebih sentral dalam produk-produk yang digunakan setiap hari.




(fyk/hps)
TAGS




Hide Ads