Ada pemandangan menarik dari salah satu tim Free Fire asal Indonesia yang bermain di FFWS SEA 2026 Fall. Onic, menjadi satu-satunya tim yang memiliki pemain asing. Bahkan mereka menjadi tim pertama dari Indonesia yang melakukannya.
Onic mendatangkan Rattapoom Sunthalunai alias Poom (nickname sebelumnya OneMore) untuk mengisi peran sebagai support. Sebelumnya, Poom bermain bersama Team Falcons yang kerap tampil luar biasa di sepanjang kompetisi internasional Free Fire, bahkan menjuarai Esports World Cup pada 2024.
Sekarang, Poom bermain bersama CrimeMKS, Putraxx, Geday, dan Demonz dalam upaya membantu Onic merebut kembali gelar juara FFWS SEA yang pernah didapatkan pada 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaannya, apabila skema menggunakan pemain asing ini sukses, apakah empat tim lain akan mengikutinya? Evos Divine, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan MBR Omega pun memberikan tanggapannya.
Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan alias Ady, mengaku tidak akan mencoba menarik pemain asing untuk bergabung. Ia menjelaskan bahwa RRQ memiliki sistem pembibitan pemain Free Fire, sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk merekrut pemain asing.
"Jadi kita masih percaya regenerasi pemain Indonesia tuh ke depannya regenerasi emas," kata Ady.
Selain itu, alasan lainnya ialah kendala bahasa. Ady mengungkapkan, apabila harus mendatangkan pemain dari Asia Tenggara, Thailand memang menjadi pilihan utama. Namun sayangnya, sejumlah pemain dari negara ini tidak terlalu fasih berbicara Bahasa Inggris.
"Dan ya kita tahu juga Thailand agak sedikit sulit untuk bahasa Inggris-nya, jadi language barrier itu bisa jadi Faktor utama juga, ditambah juga kita main Battle Royale banyak banget info, banyak banget komunikasi yang tetap harus running walaupun kita lagi posisi defense jadi itu jadi kendala serius untuk tim RRQ," kata RRQ.
Serupa dengan RRQ Kazu, pelatih Evos Divine, Leem, menjelaskan bahwa timnya belum berencana untuk menghadirkan pemain asing. Namun secara pribadi dirinya sempat berpikir untuk ambil pemain dari tim Malaysia, karena secara individu pemainnya di sana bagus-bagus.
"Ya kalau main tim mereka emang sedikit kurang sih, ya itu sih saya kepikiran oke ke Malaysia karena mungkin selain individu juga bagus, adaptasi dengan komunikasi lebih gampang, lebih mudah," ujar Leem.
Berbeda dengan Pelatih Biegtron by Vitality, Christian Pascoal alias ChrisJo, yang tidak ingin mengambil risiko mengimpor pemain asing dengan kendala bahasa. Menurutnya, pemain asing yang ingin bergabung ke timnya harus bisa berbicara Bahasa Inggris.
"Karena Free Fire menurut saya paling rumit ya. Kalau misalkan bicara soal in-game komunikasinya banyak sekali Indikator-indikator selain informasi soal posisi, soal letak, soal musuh. Tapi juga perlu juga kita komunikasikan apa yang hendak kita lakukan. Nah kalau cuma berpatokan dia bisa belajar bahasanya itu menurut saya agak sulit juga, tapi yang paling penting adalah punya English language juga sih," ungkap ChrisJo.
Terakhir pelatih MBR Omega, Tri Julio Edwardo alias Tri, yang menekankan kalau peluangnya besar, maka tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan pemain asing ke dalam timnya. Terkait bagaimana adaptasi pemain tersebut nantinya, ia bilang bisa melihat apa saja yang sudah dilakukan oleh Onic.
"Jadi kalau memang perlu, potensi untuk tim yang lebih bagus ke depannya mungkin MBR akan ambil juga. Di mana asal player-nya kita nggak tau juga, mungkin Amerika, mungkin region lain," imbuhnya.