Kaum Miskin di AS Makin Dimanja Internet
- detikInet
Jakarta -
Manfaat internet yang besar seharusnya bisa dirasakan masyarakat luas. Kemiskinan tak boleh jadi penghalang, begitupun di Amerika Serikat (AS).Dalam sebuah penelitian, kaum miskin di sana semakin dimanja akses internet broadband yang terkoneksi ke rumah mereka. Menurut survei dari lembaga Pew Internet & American Life Project, hampir separuh penduduk Amerika Serikat mempunyai fasilitas akses internet broadband di rumah. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya penggunaan internet di kalangan minoritas dan kaum miskin.Sebanyak empat dari sepuluh atau 40 persen orang Afro-Amerika (orang Amerika keturunan Afrika-red) kini mempunyai fasilitas broadband di rumah mereka. Pada tahun 2005, jumlahnya hanya mencapai 15 persen saja. Sementara, hampir sepertiga masyarakat pedesaan dan separuh masyarakat perkotaan di sana telah mempunyai fasilitas serupa. "Pendapatan dan ras kini bukan lagi faktor penting dalam masalah adopsi internet," tegas laporan lembaga Pew Internet Project.TantanganNamun, menurut Internet Innovation Alliance, lembaga nirlaba yang mengusahakan pemasyarakatan internet, masih banyak hal harus dilakukan untuk mengatasi tantangan yang membuat orang-orang miskin Amerika tak bisa menikmati internet."Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa adopsi internet di AS makin meningkat," sebut Larry Irving, co-chairman dari lembaga Internet Innovation Alliance. "Kemajuan ini memang mengesankan. Namun masih ada kesenjangan penggunaan broadband di daerah pedesaan dan di antara kelompok minoritas dibandingkan dengan yang lain dalam merasakan manfaat internet," tandasnya lagi seperti dikutip detikINET dari PC World, Senin (9/7/2007).Lembaga ini pun menyarankan agar pemerintah membuat kebijakan yang diperlukan untuk semakin memasyarakatkan penggunaan internet di Amerika Serikat.
(/dwn)