El Nino super kini menjadi skenario yang paling mungkin terjadi dari bulan Oktober 2026 hingga Februari 2027. Itu disebut dalam prakiraan terbaru dari Pusat Prediksi Iklim di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
El Nino adalah fase lebih hangat dari siklus iklim alami El Nino-Osilasi Selatan (ENSO), pergeseran berkala di perairan Samudra Pasifik tropis yang melonjakkan suhu global, yang berdampak pada pola cuaca dan hasil panen di seluruh dunia.
Kini, dalam prakiraan ENSO terbaru yang diterbitkan 14 Mei, NOAA memperkirakan probabilitas 65% El Nino mendatang diklasifikasikan sebagai kuat atau sangat kuat mulai Oktober, berpotensi menjadikannya salah satu yang terkuat dalam sejarah pencatatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Nino sangat kuat yang berarti ada kenaikan suhu permukaan laut sebesar 2 derajat Celcius dan secara tidak resmi disebut El Nino super, kini menjadi skenario paling mungkin terjadi untuk periode Oktober hingga Februari.
Saat ini juga terdapat peluang 82% bahwa El Nino akan tiba antara waktu sekarang hingga bulan Juli, dengan fase tersebut sangat mungkin berlanjut hingga Februari 2027.
Potensi terulangnya tragedi
El Nino terjadi dua hingga tujuh tahun sekali, ketika pergeseran pola angin dan arus di Samudra Pasifik tropis menyebabkan suhu permukaan laut naik 0,5 derajat Celcius di atas rata-rata historisnya.
El Nino sebelumnya berlangsung Mei 2023 hingga Maret 2024 dan sebagian menjadi penyebab pada 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat. Jika El Nino mendatang masuk dalam kategori kuat atau sangat kuat, tahun 2027 bisa melampaui rekor.
"Tingkat keyakinan jelas semakin tinggi terhadap potensi peristiwa El NiΓ±o terbesar sejak tahun 1870-an," tulis Paul Roundy, profesor ilmu atmosfer di University at Albany yang dikutip detikINET dari Live Science, Minggu (17/5/2026).
Jika El Nino super benar terjadi, peristiwa ini bisa menyaingi yang terkuat dalam sejarah pencatatan: bencana pada 1877 yang memicu kelaparan global dari 1876 hingga 1878. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 50 juta orang atau sekitar 3% populasi dunia saat itu.
Meskipun lanskap sosial, politik, dan ekonomi berubah sejak El Nino 1877-1878, peristiwa yang akan datang ini masih dapat sangat mengancam ketahanan pangan, air, dan ekonomi di seluruh dunia.
"Hal yang berbeda sekarang adalah atmosfer dan lautan kita jauh lebih hangat daripada di tahun 1870-an, yang berarti kondisi ekstrem yang menyertainya bisa menjadi jauh lebih ekstrem," ujar Deepti Singh, kepala Climate Extremes and Impacts Lab di Washington State University.
Contohnya, El Nino tahun 1997 hingga 1998 menyebabkan perkiraan kerugian ekonomi global USD 32 miliar hingga USD 96 miliar. Nathaniel Johnson dari NOAA mengatakan El Nino yang sangat kuat akan berdampak pada perikanan dan hasil panen, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan angin topan di berbagai belahan dunia.
(fyk/hps)