Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
48 Jam Tanpa SMS

48 Jam Tanpa SMS


- detikInet

Kamboja - Bagaimana rasanya dua hari tanpa bisa mengirimkan pesan SMS sama sekali? Warga Kamboja tak perlu membayangkannya, dua hari menjelang Pemilu SMS menjadi hal terlarang di sana.Semua pesan singkat lewat ponsel akan diblokir oleh pemerintah selama dua hari masa tenang menjelang dan selama dilakukan pemilihan umum kepala daerah di Kamboja. Hal ini dimaksudkan agar para pemilih tidak bisa menerima lagi pesan kampanye via SMS.Seperti dikutip detikINET dari AP, Minggu (1/4/2007), tiga operator utama Kamboja telah menyetujui pemblokiran tersebut. Blokir berlaku mulai Sabtu 31 Maret 2007 hingga Minggu 1 April 2007, dan akan dicabut pada pukul 3 sore pada hari pemilihan (Minggu). Demikian pernyataan Menteri Telekomunikasi Kamboja, So Khun.Im Suosdey, Ketua Komite Pemilu Kamboja, mengatakan blokir dilakukan karena ada kekhawatiran pemanfaatan SMS oleh partai politik. "SMS bisa dikirimkan pada 20 hingga 30 orang sekaligus untuk meningkatkan pendapatan partai mereka," tutur Suosdey.Namun larangan dan pemblokiran SMS ini ditentang oleh Partai oposisi Sam Rainsy. Blokir itu dianggap akan mengganggu kebebasan rakyat untuk berkomunikasi. Dalam pemilihan lima tahun sekali itu ada 102.266 kandidat yang memperebutkan kekuasaan di tingkat Sangkat (nama unit sub-distrik di Kamboja). Pemilihan dilakukan pada 1.621 Sangkat dan merupakan yang kedua kali sejak Februari 2002.Pada pemilihan umum kepala daerah tahun 2002 itu, kandidat dari Partai Rakyat Kamboja menang di mayoritas daerah. Partai ini adalah partai dari Perdana Menteri Hun Sen. (wsh/nks)





Hide Ads
LIVE