Palapa Ring Dimulai dari Area Urban
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah akan membangun jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia mulai 2007-2008 hingga lima tahun ke depan. Pembangunan dimulai dari daerah yang jarang penduduknya (urban remote area).Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, jaringan serat optik yang akan dibangun merupakan pelengkap dari jaringan lama yang sudah terbangun untuk menghindari overlapping investasi."Proyek tersebut direncanakan akan diimplementasikan pada 2007 hingga 2008 dan ditargetkan akan selesai secara total dalam lima tahun mendatang," kata Basuki dalam sambutan tertulisnya dalam acara diskusi Palapa Ring di Hotel RedTop, Pecenongan, Jakarta, Kamis, (22/2/2007).Ia mengatakan, untuk memenuhi konsep ketahanan nasional dan kebutuhan pemerintah dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi pemerintahan, maka kapasitas yang tersedia akan disinergikan dengan jaringan lama milik operator.Jaringan serat optik lama yang dimaksud adalah sistem komunikasi kabel laut (SKKL) PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, jaringan milik PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), serta jaringan milik anak perusahaan PT PLN Tbk, yakni PT Icon+."Pemerintah berharap dengan adanya konvergensi jaringan serat optik maka akan tercipta jaringan tulang punggung nasional yang utuh," Basuki menambahkan.Proyek Palapa Ring merupakan inisiatif pemerintah dalam membangun tulang punggung infrastruktur serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin melingkupi 33 provinsi dan lebih dari 440 kabupaten. Proyek tersebut terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable). Proyek prestisius ini diperkirakan memakan biaya sekitar US$ 1,5 miliar-US$ 2 miliar, atau sekitar Rp 15 triliun-Rp 20 trilun.Metode investasi yang ditawarkan pemerintah adalah public private partnership (PPP) menggunakan skema build-operate-own (BOO) di mana investor secara prinsip bertanggung jawab untuk membangun infrastruktur baru, membiayai pembangunan di luar kontribusi pemerintah, mengintegrasikan jaringan baru dengan jaringan yang telah ada, dan mengoperasikan jaringan.
(rou/nks)