Telkom Bentuk Divisi Khusus Unit Flexi
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk memisahkan unit bisnis Flexi dan membentuk divisi khusus yang hanya fokus mengurusi unit layanan telepon tetap nirkabelnya itu, layaknya Telkomsel dengan layanan selulernya. Perseroan berambisi memperkuat tiap lini bisnisnya mulai 2007 ini demi menghadapi persaingan terbuka."Dengan dibikin mandiri di 2007 ini, mudah-mudahan konsentrasi kami bisa terfokus. Sebelumnya kan terpecah-pecah," ujar Dirut Telkom Arwin Rasyid kepada detikINET di kantornya, di Gedung Telkom Grha Cipta Caraka, Jakarta, Selasa (2/1/2007).Arwin juga mengungkapkan divisi khusus tersebut bakal dipimpin langsung oleh eksekutif Telkom yang levelnya masih setingkat di bawah direksi. "Mungkin tepatnya di tingkatan Vice President yang sudah senior atau tingkatan Executive General Manager yang paling tinggi. Calonnya juga sudah kita ajukan," jelas dia.OptimistisSeperti diketahui, pemerintah menambah jumlah operator fixed wireless access (FWA) dengan cakupan nasional per 14 Desember 2006. Telkom dan Indosat yang telah lebih dulu mengantongi izin penyelenggaraan, bakal menghadapi pesaing 'baru tapi lama' seperti Mobile-8 Telecom dan Bakrie Telecom.Dengan bertambahnya jumlah pemain di sektor FWA, Arwin mengaku tidak gentar dan cukup optimistis. "Lagipula, penetrasi telepon tetap baru 6% dari total populasi penduduk dan pasar FWA sendiri masih akan tumbuh 20% per tahun," kilahnya.Telkom, menurut Arwin, juga tetap akan membuka interkoneksi. "Interkoneksi itu kewajiban yang harus dipatuhi, no problem. Namun masih terbatas karena ada beberapa kendala, lagipula kami juga masih butuh banyak," ujarnya. Kiprah Flexi sendiri di sepanjang 2006 lalu telah berhasil menggaet sebanyak 4,1 juta sambungan pelanggan. Jumlah pelanggan tersebut diproyeksikan tumbuh 47% menjadi lebih dari 6 juta sambungan dengan target produksi pulsa sebesar 43,25 juta menit dan 1,12 juta SMS.Dalam hal penguasaan pasar FWA, menurut Arwin, Telkom sangat mendominasi dengan pangsa pasar 65%. Kontribusi yang disumbangkan Flexi terhadap Telkom Grup juga tak sedikit, Rp 2 triliun atau sekitar 8% pendapatan kotor (unconsolidated) dari total pendapatan Rp 25 triliun. Di 2007, kontribusi pendapatan itu ditargetkan tumbuh menjadi 10%.Landasan KualitasSoal kualitas layanan, Arwin juga tidak memungkiri kekurangan Flexi dibanding telepon tetap kabel yang terpasang di rumah-rumah. Oleh sebab itu, Telkom berencana mengubah persepsi tersebut dengan membangun jaringan yang memadai. Di tahun ini saja, menurutnya Telkom akan membangun sebanyak 934 base transceiver station (BTS)."Hanya soal waktu saja untuk meningkatkan kualitas dan mengubah persepsi FWA menjadi layanan bagus. Lagipula, menggunakan perangkat bergerak jauh lebih mudah ketimbang telepon rumah, kecuali telepon rumah itu sudah bisa semudah dan senyaman perangkat bergerak," ujar Arwin.Telkom sendiri menetapkan 2007 ini sebagai tahun untuk membangun landasan kualitas. Baru kemudian di 2008-2009, lanjut Arwin, paradigma kualitas layanan FWA yang lebih buruk dari layanan telepon tetap kabel rumah bisa tersingkirkan dari benak pengguna. "Mudah-mudahan tiga tahun dari sekarang perbaikan kualitas itu sudah bisa optimal," harap Arwin. (rou)
(rou/rou)