Telkomsel, XL, Smartfren, Indosat Berebut Blok Kosong Frekuensi 2,1 GHz

ADVERTISEMENT

Telkomsel, XL, Smartfren, Indosat Berebut Blok Kosong Frekuensi 2,1 GHz

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 29 Agu 2022 22:30 WIB
Teknisi XL Axiata sedang melakukan pemeriksaan perangkat base transceiver station (BTS) 4G di atas tower yang berada di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (24/8).
Telkomsel, XL, Smartfren, Indosat Berebut Blok Kosong Frekuensi 2,1 GHz. Foto: Tripa Ramadhan
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka seleksi pengguna pita frekuensi 2,1 GHz untuk penyelenggara jaringan bergerak seluler. Telkomsel, XL Axiata, Smartfren, dan Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan siap tempur memperebutkannya.

Objek seleksi pada pita frekuensi radio 2,1 GHz yang dilelang terdiri atas 1 (satu) blok pita frekuensi sebesar 5 MHz FDD (10 MHz) pada rentang 1.975-1.980 MHz berpasangan dengan 2.165-2.170 MHz dengan cakupan wilayah layanan nasional,

Adapun, lelang frekuensi ini dinyatakan terbuka untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler sepanjang memenuhi ketentuan sebagaimana dipersyaratkan di dalam dokumen seleksi.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono mengatakan akan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam mengikuti seluruh aturan, proses, dan tahapan yang ditetapkan oleh Kominfo.

"Keikutsertaan dalam kegiatan seleksi tersebut merupakan komitmen Telkomsel dalam memperkuat pengembangan layanan telekomunikasi berbasis digital, yang membutuhkan gelaran konektifitas jaringan broadband berteknologi terdepan, serta ketersediaan alokasi sumber daya frekuensi yang mencukupi, seiring dengan semakin cepatnya adopsi layanan digital dalam aktivitas masyarakat Indonesia," tutur Saki, Senin (29/8/2022).

Hal tersebut juga, kata Saki, sebagai wujud konsistensi Telkomsel dalam memastikan pemenuhan kualitas pengalaman aktivitas digital masyarakat melalui dukungan konektivitas broadband yang prima dengan standard cakupan yang merata dan kapasitas serta kualitas yang setara, sesuai kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

XL Axiata yang juga memiliki pita frekuensi di 2,1 GHz berharap mendapatkan tambahan spektrum yang sama dengan dibukanya seleksi pengguna frekuensi 2,1 GHz ini.

"Kami berminat mengikuti lelang tersebut karena frekuensi merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Kami berkomitmen untuk mendukung implementasi 5G dan digitalisasi di Indonesia, termasuk dengan mengikuti lelang frekuensi yang diadakan saat ini," ungkap Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tak ingin membiarkan bekas frekuensi milik Indosat Ooreodo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) usai merger itu jatuh ke tangan operator seluler lainnya. Disampaikan Steve Saerang selaku SVP-Head of Corporate Communications IOH pihaknya akan melakukan kajian internal.

"Pada dasarnya operator membutuhkan tambahan frekuensi untuk meningkatkan pengalaman digital pelanggan. Fokus IOH adalah mendukung transformasi digital di Indonesia dengan menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," ucap Steve.

Tak hanya Telkomsel, XL Axiata, maupun IOH, Smartfren juga menyatakan minat untuk memperebutkan seleksi pengguna pita frekuensi 2,1 GHz tersebut.

"Kita lagi hitung cost dan benefitnya, mudah-mudahn kita bisa ikutan," pungkas Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys.



Simak Video "Daftar Situs Judi Berkedok Game Online yang Diblokir Kominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT