Proyek Baru Elon Musk, HP Terhubung Langsung ke Satelit Starlink

ADVERTISEMENT

Proyek Baru Elon Musk, HP Terhubung Langsung ke Satelit Starlink

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 26 Agu 2022 19:14 WIB
SpaceX Crew Launch ISS
Proyek Anyar SpaceX, Ponsel Dapat Terhubung Langsung ke Satelit Starlink. Foto: AP
Jakarta -

Koneksi internet yang dipancarkan satelit Starlink milik Elon Musk akan semakin luas cakupannya, bahkan nantinya dapat terhubung dengan smartphone pengguna.

SpaceX dan operator seluler T-Mobile mengumumkan kerjasama pemanfaatan satelit Starlink untuk menyediakan konektivitas kepada pelanggan T-Mobile. Adapun, proyek kedua perusahaan ini disebut Coverage Above and Beyond.

Seperti nama proyek tersebut, tujuan dari kolaborasi antara SpaceX dan T-Mobile ini agar dapat mengatasi persoalan, di mana lokasi terpencil sering mengalami kesulitan mendapatkan sinyal yang tidak dapat dijangkau oleh menara seluler. Dengan ponsel pintar yang terhubung langsung ke Starlink, maka akses internet bisa tersedia di mana pun pengguna berada.

"Saya pikir ini benar-benar mengubah permainan besar-besaran. Singkatnya, tidak ada lagi zona mati," kata Founder SpaceX Elon Musk seperti dikutip dari Space, Jumat (26/8/2022).

Di Amerika Serikat (AS) ada sekitar 500 mil persegi atau setara 1,3 juta km persegi yang tidak tercakup jaringan seluler apapun. CEO T-Mobile Mike Sievert mengatakan proyek Coverage Above and Beyond untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sejauh ini, SpaceX telah meluncurkan sebanyak 3.000 Starlink ke orbit Bumi. Kendati begitu, satelit yang ada itu tidak akan bertugas menjalani proyek ini, SpaceX berencana akan meluncurkan Startlink versi kedua yang diharapkan dapat melakukan debutnya pada thaun depan.

Sekilas informasi, Starlink versi kedua ini akan memiliki panjang tujuh meter dan berat 1,25 ton. Sedangkan versi pendahulunya hanya 300 kg, yang mana nantinya ukuran Starlink jauh lebih berbobot. Maka dari itu, SpaceX membutuhkan Starship, roket penerus Falcon 9, yang dapat membawa satelit anyar miliknya ke luar angkasa.

Musk menyebutkan Starlink versi kedua ini juga akan dibekali sebuah antena khusus yang masing-masing itu bisa mencapai lima meter lebarnya. Bos SpaceX itu menyebutkan kalau antena tersebut bakal jadi yang paling canggih di dunia.

"Antena harus sangat canggih, karena mereka harus menangkap sinyal yang sangat tenang dari ponsel Anda. Dan bisa bayangkan, sinyal itu harus menempuh jarak 800 km dan kemudian ditangkap oleh satelit yang melaju 17.000 mil (27.350 km) per jam. Dan satelit itu harus mengimbangi efek Doppler yang bergerak begitu cepat. Jadi, ini benar-benar tantangan teknis yang cukup sulit. Tapi kami memilikinya di lab, dan kami yakin ini akan berhasil di lapangan," tutur Elon Musk.

Apabila proyek Coverage Above and Beyond ini sukses, pelanggan T-Mobile dapat berselancar di dunia maya mengandalkan satelit internet Starlink tanpa perlu membeli perlengkapan baru khusus.



Simak Video "Starlink Milik Elon Musk Siap Merambah Benua Antartika"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT