Metaverse Jadi Gerbang Masuk Perusahaan Telekomunikasi Digital

Metaverse Jadi Gerbang Masuk Perusahaan Telekomunikasi Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 08 Mei 2022 06:32 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison
Metaverse Gerbang Masuk Jadi Perusahaan Telekomunikasi Digital. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
Jakarta -

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengungkapkan bahwa teknologi metaverse berperan penting bagi operator seluler. Ibarat kata, metaverse adalah pintu gerbang masuk perusahaan telekomunikasi digital

Melalui THIS yang merupakan singkatan dari The IOH Show, membahas teknologi terkini, yang mana di episode pertama, THIS membawa tema 'Pack Your Bags to Metaverse' yang menggandeng perusahaan teknologi Meta.

Chief Enterprise Data Analytics Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Chirag Sukhadia, mengatakan metaverse membawa manusia menuju ke fase internet berikutnya, yang mana telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini dan mengalami percepatan sejak pandemi.

"Ini memberikan peluang besar bagi perusahaan telekomunikasi digital untuk menjadi titik masuk berkat konektivitas canggih dan latensi yang lebih rendah yang ditawarkan oleh teknologi 5G," ujar Chirag dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/5/2022).

Bagi Indosat Ooredoo Hutchison, metaverse menjanjikan interaksi sosial generasi berikutnya di mana dunia digital tampak realistis namun tak terbatas.

Dibentuk oleh virtual reality (VR), augmented reality (AR), kecerdasan buatan (AI), dan blockchain, metaverse berfokus pada membangun kehadiran di alam semesta virtual untuk meningkatkan pengalaman manusia.

Meskipun berada di tahap awal evolusinya, inovasi teknologi ini dinilai akan menarik investasi besar di seluruh industri secara global dan di Indonesia, dengan peluang pendapatan potensial, mencapai USD 800 miliar pada tahun 2024, seperti data Bloomberg.

Chirag percaya bahwa kunci masa depan metaverse adalah ekosistem yang berkembang, didorong oleh tiga dasar: kehadiran, interoperabilitas, dan adopsi pelanggan.

Pertama adalah hadirnya perangkat berteknologi VR/AR yang terjangkau, seperti headset. Kedua adalah interoperabilitas, yang berarti kemampuan untuk berpindah dengan mulus di antara ruang virtual sambil mempertahankan aset virtual yang sama; dengan demikian, standardisasi teknologi menjadi penting. Ketiga adalah adopsi pelanggan besar-besaran di semua segmen, bukan hanya generasi muda.



Dikatakan Chirag, Indosat Ooredoo Hutchison memainkan peran penting dalam membentuk ekosistem dengan dua produk andalannya, IM3 dan 3, yang memiliki basis pelanggan besar di semua segmen.

Selain itu, kolaborasi yang diperkuat perusahaan dengan mitra strategis global, termasuk Cisco, Ericsson, Huawei, dan Nokia, memungkinkan interoperabilitas. Begitu juga menyediakan layanan komersial 5G, yang dimulai sejak diluncurkan tahun lalu di Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Perusahaan juga berencana untuk mengintegrasikan jaringan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan jangkauan di dalam ruangan dan kapasitas jaringan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.



Simak Video "Tok! Kominfo Setujui Merger Indosat dan Tri Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)