Pembangunan BTS 4G di 4.200 Desa Wilayah 3T Baru Capai 86%

Pembangunan BTS 4G di 4.200 Desa Wilayah 3T Baru Capai 86%

Angga Laraspati - detikInet
Jumat, 15 Apr 2022 21:19 WIB
Teknisi melakukan perawatan pemancar Base Transceiver Station (BTS) 4G milik PT Telkomsel di Jakarta, Rabu (28/10/205). Telkomsel terus menambah cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan 4G LTE di Indonesia, hingga saat ini Telkomsel mengklaim memiliki lebih dari 1,5 juta pelanggan. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah terus membangun jaringan Base Transceiver Station (BTS) 4G di pelosok desa berpemukiman serta wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Pembangunan tahap 1 di 4.200 desa wilayah 3T pun ditargetkan rampung tahun ini.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Latif menyatakan pembangunan BTS 4G merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

"Pemerintah melakukan pemerataan pembangunan dengan dasar no one will be left behind. Saat ini, rata-rata progres pembangunan BTS 4G Fase 1 adalah 86% di mana 1.900an lokasi telah on air dari target 4.200 lokasi pada tahun 2022," jelas Anang Latif dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).

Menurut Anang, pembangunan fase 1 tersebut terus dikebut dan ditargetkan selesai 100% pada tahun 2022.

"Untuk pembangunan BTS 4G tahap 2 di 3.704 lokasi, akan dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan fiskal. Tahun 2022, anggaran yang ada akan dialokasikan untuk pembangunan BTS 4G di 2.300 lokasi," tuturnya.

Anang menyatakan pembangunan BTS 4G didukung alokasi dana APBN secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah. Adapun APBN yang dialokasikan untuk pembangunan 4.200 BTS 4G sebesar Rp 11 Triliun.

"Salah satu komponen terbesar untuk biaya logistik pengiriman material, karena banyak lokasi pembangunan yang belum terdapat infrastruktur fisik dasar, seperti jalan, sehingga harus ditempuh dengan menggunakan helikopter," jelasnya.

Kementerian Kominfo pun memberikan apresiasi atas dukungan operator seluler untuk penyediaan sinyal di wilayah 3T. Menurut Anang, operator seluler dan vendor sangat mendukung program penyediaan sinyal.

"Saat ini, masyarakat di beberapa wilayah 3T sudah mulai memanfaatkan jaringan BTS yang telah dibangun oleh BAKTI. Pembayaran kepada para vendor tidak mengalami kendala karena anggaran telah tersedia dan termin pembayaran progress telah diatur di dalam kontrak," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya: Optimistis Atasi Tantangan