Menristek Dukung Wireless untuk Pedesaan
- detikInet
Jakarta -
Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman agaknya menyimpan harapan agar pembangunan infrastruktur nirkabel generasi berikutnya difokuskan pada daerah pedesaan. Wimax?Hal itu terungkap dalam pidato Menteri saat membuka simposium internasional 'Information and Communication Technology (ICT) dalam Pembangunan Sosial' di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (23/05/2006). Pidato tersebut dibacakan oleh Sekretaris Menteri Ristek, Richard Mengko. "Saya yakin, konvergensi menuju jaringan nirkabel berbasis IP (Internet Protocol-red) akan memberikan kesempatan pada kita untuk mempersempit jurang digital dengan membangun infrastruktur ICT yang lebih murah dan lebih cepat implementasinya," sebut Kusmayanto. Saat ini Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, sedang menggodok regulasi untuk generasi terbaru akses nirkabel. Teknologi itu dikenal dengan istilah Broadband Wireless Access, atau lebih populer lagi dengan sebutan Wimax (Wireles Microwave Access). Kusmayanto mengakui pentingnya memperkenalkan ICT ke warga pedesaan. Namun, ujarnya, hal itu harus dilakukan dengan cara yang cocok dengan keseharian penduduk. "Misalnya, untuk menanggulangi kemiskinan dan kelaparan kita bisa menggunakan ICT untuk meningkatkan akses ke informasi pasar dan mengurangi biaya transaksi bagi pedagang dan petani miskin. Atau, untuk mencapai wajib belajar dasar kita bisa menggunakan ICT untuk meningkatkan pasokan materi pembelajaran melalui program belajar jarak jauh," ia menuliskan.Pidato Menristek itu juga menyebut program Indonesia Goes Open Source (IGOS) sebagai salah satu cara Indonesia menanggulangi pembajakan piranti lunak yang masih tinggi. "Inisiatif ini sedang didiskusikan juga di wilayah ASEAN, demi menciptakan dukungan regional yang lebih luas dan juga untuk memperkuat industri piranti lunak lokal dan regional," tuturnya. (wsh)
(wicak/)