Untuk Propaganda dan Pendanaan
Teroris Asia Tenggara Fasih Ber-Internet
- detikInet
Jakarta -
Para teroris yang bercokol di negara-negara kawasan Asia Tenggara ternyata cukup fasih menggunakan Internet, khususnya untuk merekrut anggota kelompoknya. Selain itu, Internet digunakan pula untuk mengumpulkan dana operasi kegiatan terorisme.Hal tersebut disampaikan oleh Rohan Gunaratna, Kepala Bidang Kejahatan Politik dan Terorisme, Institut Pertahanan dan Kajian Strategis Singapura. Menurut Rohan, jaringan militan regional seperti Jemaah Islamiah (JI) secara rutin dan mendalam menggunakan Internet untuk menyebarluaskan propagandanya.Meskipun para teroris fasih menggunakan Internet, Rohan berpendapat bahwa masih dibutuhkan waktu yang cukup panjang bagi mereka atau jaringan militan di kawasan Asia Tenggara untuk memiliki kemampuan melakukan serangan melalui atau terhadap Internet (cyber-attack/cyber-terrorism).Pendapat Rohan tersebut disampaikan ketika dirinya diundang menjadi pembicara sebuah pelatihan kontra-teroris, termasuk cyber-terrorism, di Malaysia belum lama berselang. Pemerintah Malaysia sangat serius melakukan persiapan untuk menghadapi cyber-terrorism di negaranya.Pemerintah Malaysia juga telah mengumumkan pendirian sebuah pusat respon darurat untuk menangani serangan cyber pada sistem perdagangan dan ekonomi. Demikian seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (23/5/2006).Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi pun telah menegaskan bahwa beberapa perusahaan teknologi informasi kenamaan semisal Symantec Corporation dari Amerika, Trend Micro dari Jepang dan Kapersky Lab dari Rusia telah sepakat untuk menjadi mitra kunci upaya pemerintah Malaysia mengantisipasi serangan cyber. (dbu)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(dewidya/)