Telkom Buka Pembiayaan Usaha Hingga Rp 50 Miliar Per Bulan, Mau?

Telkom Buka Pembiayaan Usaha Hingga Rp 50 Miliar Per Bulan, Mau?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 03 Des 2021 20:13 WIB
Petani sedang memaneng bawang merah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021). Harga bawang merah di petani Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sedang anjlok. Harga bawang merah di petani itu  hanya Rp 5 ribu per kilo.
Telkom Buka Pembiayaan Usaha Hingga Rp 50 Miliar Per Bulan, Siapa Mau? (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Telkom melalui Agree, aplikasi digital agrikultur, membuka pembiayaan hingga Rp 50 miliar per bulan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Pembiayaan tersebut merupakan kolaborasi Agree dengan Alami Sharia sebagai salah satu platform fintech peer-to-peer pendanaan syariah.

Perjanjian kerja sama ditandatangani Head of Digital Vertical Ecosystem Agriculture Telkom Hikmatullah Insan Purnama dan Chief Business Officer Alami Sharia, Bembi Triawan Juniar.

Melalui aplikasi Agree, para petani binaan perusahaan agribisnis dapat melakukan pengajuan pembiayaan yang dilengkapi fitur monitoring status pencairan, penggunaan modal, hingga pembayaran di salah satu layanan Agree, yaitu Agree Modal.

Head of Digital Vertical Ecosystem Agriculture Telkom, Hikmatullah Insan Purnama mengatakan bahwa pada fitur Agree modal tersebut, Alami Sharia akan berperan sebagai penyedia jasa pembiayaan untuk Agree Modal.

"Alami Sharia berkomitmen mendukung misi Agree di sektor ketahanan pangan dengan memberikan porsi pembiayaan hingga Rp 50 miliar per bulan," ujar Hikmatullah dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (3/12/2021).

Telkom melalui aplikasi digital agrikulture, Agree berkolaborasi dengan Alami Sharia, membuka pendanaan bagi usaha pertanian, peternakan, dan perikanan hingga biaya Rp 50 miliar per bulan.Telkom melalui aplikasi digital agrikulture, Agree berkolaborasi dengan Alami Sharia, membuka pendanaan bagi usaha pertanian, peternakan, dan perikanan hingga biaya Rp 50 miliar per bulan. Foto: Istimewa

Hikmatullah melanjutkan, terdapat fitur Agree Partner dan Agree Fishery untuk monitoring pertanian dan perikanan dan ke depannya untuk peternakan. Selain itu, ada fitur Agree Modal untuk mengajukan permodalan serta Agree Market untuk penjualan hasil pertanian.

"Maka dari itu, sinergi dan dukungan dari Alami Sharia untuk Agree sangat berperan penting untuk dapat mengoptimalkan ketahanan pangan di Indonesia. Platform Agree diharapkan semakin lengkap menjawab dan membantu dalam mengintegrasikan ekosistem dan proses digital pada bisnis pertanian, perikanan dan peternakan," tuturnya.

Chief Executive Officer Alami Dima Djani mengungkapkan, visi pihaknya dengan adanya kolaborasi bersama Agree guna menyebarkan akses keuangan syariah yang mudah sampai kepada para petani dan peternak seluas-luasnya.

"Selain itu, Alami juga ingin bertumbuh dengan cepat bersama Agree. Sebab, Telkom Indonesia terus berupaya memberikan solusi untuk ketahanan pangan Indonesia melalui platform digital Agree," ucapnya.

Hingga pertengahan tahun lalu, terhitung ada 15 ribu pendaftar dengan pengguna aktif di kisaran 1.000 mitra petani yang memanfaatkan layanan dari Agree. Mereka menggunakan aplikasi guna memantau proses agribisnis, seperti pendaftaran kemitraan, pencatatan aktivitas budidaya, pengajuan modal, dan transaksi ke offtaker/pembeli grosir.

Aplikasi Agree ada di 30 sentra pertanian Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kemudian juga perluasan ke Garut, Jabar untuk komoditas cabai, Malang, Jatim (kopi), Tange, Aceh (kopi), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel (ikan patin).

Di OKU Timur, Agree, berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan untuk menyulap masyarakatnya jadi peternak digital. Agree menyediakan layanan dalam mendata database, kemudian menghubungkan dengan perbankan guna peroleh dukungan pemodalan.

Saat ini, Agree sudah memiliki beberapa fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, penjualan dan peningkatan wawasan (agree knowledge) yang ke depannya akan dilengkapi pendukung produktivitas dan kualitas guna menciptakan satu data pertanian.



Simak Video "IndiHome Dilaporkan Lemot Lagi, Apa Penyebabnya Kali Ini?"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)