Pasca Merger Indosat dan Tri, Kominfo Cabut Frekuensi 5 MHz

Pasca Merger Indosat dan Tri, Kominfo Cabut Frekuensi 5 MHz

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 09 Nov 2021 13:35 WIB
indosat ooredoo hutchinson 3 indonesia
Pasca Merger Indosat dan Tri, Kominfo Cabut Frekuensi 5 MHz. Foto: detikcom
Jakarta -

Pasca merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) jadi Indosat Ooredoo Hutchison, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengambil frekuensi 5 MHz FDD (2x5 = 10 MHz) di pita frekuensi 2,1 GHz.

Itu merupakan salah satu syarat Kominfo kepada Indosat Ooredoo Hutchison. Selain itu, operator seluler anyar juga diwajibkan untuk menambah infrastruktur telekomunikasi, memperluas wilayah jangkauan, dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Persetujuan (merger Indosat dan Tri) ini diberikan salah satu syarat dengan kewajiban mengembalikan 2x5 MHz di pita frekuensi 2,1 GHz," ujar Dirjen SDPPI, Kementerian Kominfo, Ismail, Senin (8/11).

Belum diketahui frekuensi milik siapa yang dikembalikan. Kominfo menyerahkan hal tersebut kepada Indosat dan Tri, kemudian diberi pengembalian frekuensinya dalam waktu maksimal hingga satu tahun sejak ditetapkan.

"Total penggabungan frekuensi milik Indosat dan Tri sebanyak 145 MHz, diambil 10 MHz jadi 135 MHz. Pengurangannya sekitar 7% saja," kata Ismail.

Ismail menjelaskan alasan Kominfo mengambil frekuensi 5 MHz kepunyaan Indosat Ooredoo Hutchison, salah satunya untuk menjaga kesinambungan industri. Keputusan itu juga berdasarkan hasil evaluasi tim Kominfo terhadap proposal bisnis merger Indosat dan Tri.

"Dan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum bagi penggunaan spektrum frekuensi kebutuhan lainnya. Jadi, hasil penilaian tim merekomendasikan agar 5 MHz di pita frekuensi 2,1 GHz dikembalikan ke pemerintah," tutur Ismail.

Proses merger Indosat dan Tri ini berlangsung kurang dari setahun sejak diteken Memorandum of Understanding (MoU) pada Desember 2020, lalu sepakat bergabung pada pertengahan September 2021.

'Perwakinan' operator seluler yang kini melahirkan Indosat Ooredoo Hutchison senilai USD 6 miliar atau setara dengan Rp 85 trilun.

Dalam keterangan yang diterima detikINET saat diumumkan merger ini, para pihak yang terlibat memastikan akan menominasikan Vikram Sinha sebagai CEO perusahaan baru ini dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison.

Sedangkan Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, dan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO H3I hingga proses merger selesai.



Simak Video "Tok! Kominfo Setujui Merger Indosat dan Tri Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)