XL Axiata-Smartfren Dinilai Berpotensi Merger Operator Jilid II

XL Axiata-Smartfren Dinilai Berpotensi Merger Operator Jilid II

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 11 Okt 2021 19:15 WIB
BTS XL Axiata
Akademisi: XL Axiata-Smartfren Berpotensi Merger Operator Jilid II. Foto: XL Axiata
Jakarta -

Induk perusahaan XL Axiata dan Smartfren tengah menjajaki untuk satu sama lain menggabungkan kedua operator seluler. Siap-siap ada merger operator seluler jilid II?

Sebelumnya, Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) telah sepakat untuk bergabung yang nanti namanya menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Adapun saat ini, tim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih mengevaluasi aksi korporasi tersebut.

Sementara itu, Axiata induk dari XL Axiata dan Sinar Mas Group induk dari Smartfren dikabarkan sedang membahas potensi untuk merger anak perusahaan mereka.

Menurut Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro ITB Ian Yosef M Edward, mengungkapkan ada potensi terjadinya merger XL Axiata dan Smartfren.

"Hal ini bisa menjadikan merger jilid II, sehingga persaingan menjadikan nomor 2 bila terjadi merger. Dengan XL Axiata yang banyak area di Indonesia (nomor 2 saat ini) dengan pemain 4G atau 5G dengan memiliki bandwidth kedua terbesar di Indonesia (Smartfren 2,3 GHz BW 40MHz)," ujar Ian kepada detikINET, Senin (11/10/2021).

Layanan 5G yang belum lama ini hadir di Indonesia akan menjadi tantangan bagi para operator seluler dalam menggelar jaringan. Sebab untuk membawa jaringan seluler generasi kelima itu butuh frekuensi setidaknya 100 MHz dan investasi besar.

"Yang pasti untuk menghadapi 5G, harus memiliki backbone yang kuat, bukan hanya bandwidth yang lebar saja. Dengan merger ini, maka backbone optiknya menjadikan kedua perusahaan terkuat kedua," jelasnya.

"Setelah itu, kombinasi lebar bandwidth frekuensi. Kalau dari segi persaingan terhadap industri telekomunikasi, semakin meningkatkan daya saing, membuatnya menjadi kekuatan ke-2 operator seluler," sambungnya.

Hanya saja, kata Ian, proses merger XL Axiata dan Smartfren ini juga dihadapi tantangan, apakah itu diizinkan dalam persaingan usaha yang sehat.

"Dan, jika hanya nantinya cuma ada tiga pemain seluler, ini kurang baik dalam persaingan usaha sebaiknya 4 operator seluler," pungkasnya.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)