Tanpa Internet, Warga Teluk Wondama Asyik Main di Laut dan Nobar Ikatan Cinta

Tanpa Internet, Warga Teluk Wondama Asyik Main di Laut dan Nobar Ikatan Cinta

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 06 Okt 2021 19:11 WIB
Warga di Isiren Papua
Anak-anak di Isiren, Teluk Wondama, Papua Barat (Foto: Aisyah Kamaliah/detikcom)
Teluk Wondama -

Nun jauh di sana, warga Papua Barat tepatnya di Desa Iseren, Distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama, nampak segerombol anak bermain bersama. Menyambut rombongan kami dengan lambaian tangan.

Saat detikINET mengajak mereka foto bersama, anak-anak nampak antusias berfoto. Sementara para Pace hanya tersenyum dan bersenda gurau bersama rekan-rekan terdekat mereka sesekali melirik ke ponsel jadulnya.

Iseren merupakan salah satu desa yang mendapatkan prioritas pembangunan dari program dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sebagai latar belakang, Kominfo menarget tahun 2022 target peresmian 4G LTE untuk 9.113 desa, 12 ribu dari 9.113 ini difokuskan untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tinggal) dan 345 desa non-3T. Nah, Iseren adalah salah satu peresmian yang akan diresmikan dalam waktu dekat.

Warga di Isiren PapuaAnak-anak di Iseren, Papua. Foto: Aisyah Kamaliah

Liber, seorang siswa yang duduk di kelas 5 SD ini mengaku bahwa ia tidak terlalu paham mengenai internet. Namun yang pasti, anak yang suka belajar matematika ini mengetahui YouTube dan beberapa kali memakai aplikasinya untuk menonton film bersama keluarganya.

Ulis (10) punya kebiasaan menonton film lucu juga di YouTube, sementara Kani (8) mengaku tidak terlalu acuh dengan kehadiran internet. "Tidak sedih (tidak ada internet -- red) main di laut bisa," ujar anak yang ingin menjadi tentara ini.

Akan tetapi bagi orang dewasa, HP dan akses internet bisa membantu mereka untuk berkomunikasi, bahkan lebih dari itu.

Septinus (30) mengatakan ia kerap membutuhkan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka. HP-nya, selama ini hanya dipakai untuk berkabar dengan sanak saudara. Tapi sekadar dengar suara, tentu berbeda jika bisa sua muka.

Warga di Isiren PapuaAnak-anak di Iseren Papua. Foto: Aisyah Kamaliah

"Kalau bisa itu (videocall --red) mau. Ini HP lima tahun belum ganti," kata pria yang berprofesi sebagai nelayan ini.

"Kalau bosan bisa berenang, menonton TV, sinetron. Ikatan Cinta, iya," sambungnya sembari tertawa.

Berdasarkan cerita Septinus, biasanya masyarakat beramai-ramai menonton TV bersama keluarga atau tetangga. Ia merasa, dengan kehadiran televisi, itu dapat membuat dia dan penduduk desa terhibur. Kekeluargaan ini yang menyatukan mereka walau mendamba juga kehidupan yang lebih baik dengan teknologi yang menyanggupi kehidupan berevolusi di era modernisasi.

Jadi, inilah awal perjalanan detikINET ke Papua untuk acara peresmian BTS 4G Lte dari BAKTI Kominfo. Ikuti terus perjalanan detikINET di Papua Barat di artikel-artikel selanjutnya.



Simak Video "Senyum Semringah Jokowi Buka PON XX Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)