Indosat Ooredoo Bantu Atasi Gender Gap Indonesia Lewat SheHacks 2021

Indosat Ooredoo Bantu Atasi Gender Gap Indonesia Lewat SheHacks 2021

Yudistira Imandiar - detikInet
Kamis, 10 Jun 2021 14:00 WIB
Indosat
Foto: Screenshoot
Jakarta -

Indosat Ooredoo meluncurkan program pemberdayaan perempuan, SheHacks 2021. Program CSR dari Indosat Ooredoo ini memiliki visi utama untuk memangkas gender gap antara pria dan wanita dalam hal ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Di era modern, kaum wanita di Indonesia memiliki ruang yang besar untuk mengembangkan diri, hingga mampu mencapai jenjang karier atau pencapaian bisnis yang tinggi. Namun, tantangan gender gap tak dapat dipungkiri masih terbuka.

Sebuah studi yang World Economic Forum beberapa waktu lalu menunjukkan hanya 56% perempuan Indonesia yang berpartisipasi dalam angkatan kerja dibandingkan dengan 84,1% kalangan laki-laki. Seiring dengan kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja, terdapat pula kesenjangan upah yang signifikan antara keduanya hingga 22%.

Global Gender Gap Report 2021 pun menempatkan Indonesia pada peringkat ke-99 dari 156 negara dalam hal partisipasi dan peluang ekonomi. Peringkat ini mengalami penurunan yang signifikan karena di tahun 2020 Indonesia berada di peringkat 68 dari 153 negara.

Indosat Ooredoo memandang, pemanfaatan teknologi dapat menjadi akselerator untuk mengentaskan masalah kesenjangan gender tersebut. Dengan teknologi, perempuan bisa meningkatkan perekonomian keluarganya, mengakses pendidikan yang lebih luas, hingga memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

"Dalam dekade terakhir, kehidupan perempuan Indonesia telah meningkat secara signifikan, tetapi masih ada ketidaksetaraan gender yang signifikan dalam banyak aspek kehidupan. Pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan kapasitas ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital telah lama menjadi prioritas Indosat Ooredoo. Inilah sebabnya kami memulai SheHacks pada tahun 2020 dan memperluas program tahun ini, yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada perempuan Indonesia untuk mengembangkan solusi digital dalam mengatasi beberapa permasalahan nyata yang mereka hadapi," ujar Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam konferensi pers, Rabu (9/6/2021).

Sementara itu, Duta Besar Qatar untuk Republik Indonesia HE Fawziya E Al Sulaiti menuturkan kekagumannya pada wanita Indonesia yang mampu menjalani peran sebagai ibu, guru, sekaligus berkarier. Ia menyebut Indonesia memiliki figur perempuan-perempuan tangguh, seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yenny Wahid dan banyak lainnya.

Menurutnya, penting bagi setiap perempuan di Indonesia untuk memperdalam pemahaman akan teknologi. Apalagi, situasi pandemi menyebabkan disrupsi teknologi terjadi semakin cepat di berbagai aspek kehidupan.

"SheHacks adalah program inovatif yang dapat membantu wanita untuk mempertajam keterampilan mereka dan memperbesar kapasitas mereka," ungkap H.E Al-Sulaiti.

"Saya berharap program ini dapat memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia di masa depan karena perempuan perlu mendidik diri mereka sendiri dalam konsep dan teknologi baru," imbuhnya.

Program SheHacks 2021 mendapatkan sambutan positif dari Menteri Sosial Tri Rismaharini. Menurut Risma, di masa pandemi tugas perempuan menjadi semakin berat. Mereka harus menjalankan multi peran, mulai menjadi orang tua, guru, teman, belum lagi mereka juga bekerja untuk menambah penghasilan keluarga.

Indosat Foto: Screenshoot

Risma berharap SheHack 2021 mendorong lahirnya inovasi teknologi yang mendukung perempuan untuk semakin berkembang, serta meringankan kesulitan yang harus dihadapi para wanita.

"Upaya-upaya bagaimana bisa meringankan beban mereka dengan pola-pola yang dilakukan Indosat Ooredoo lewat SheHack 2021 ini mungkin bisa menginspirasi remaja, anak-anak muda, untuk bagaimana bisa meringankan beban dari para ibu-ibu di Indonesia bahkan mungkin di seluruh dunia," papar Risma.

Head of Programme UN Women Indonesia Dwi Yuliawati Faiz menambahkan Indonesia masih memiliki PR untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Selain itu, peran perempuan dalam bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) juga masih perlu ditingkatkan.

Ia mengulas, berdasarkan studi global yang dilakukan World Economic Forum 2019, disrupsi digital akan menyebabkan kaum laki-laki hanya mendapatkan jatah satu pekerjaan baru dari setiap 4 pekerjaan yang hilang di bidang STEM. Dampak lebih serius dialami wanita, karena dari setiap 20 pekerjaan di bidang STEM yang hilang digantikan pemanfaatan teknologi, hanya ada 1 pekerjaan baru yang bisa diisi SDM wanita.

Dwi menyebut program SheHacks 2021 akan mendorong kaum wanita untuk lebih dalam lagi menguasai teknologi sehingga bisa meningkatkan kapabilitas mereka dalam berbagai hal, khususnya bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

"Di kawasan Asia Tenggara dengan perkembangan pasar digital yang berkembang 3 kali lipat dalam kurun waktu 3 tahun dan menyumbang 3% dari total GDP negara-negara di ASEAN, kesenjangan gender di bidang STEM akan menjadi kendala terbesar bagi perempuan untuk memperoleh kesempatan dalam perkembangan tersebut," urai Dwi.

"Kami meyakini apa yang ditawarkan oleh SheHacks secara prinsip sepakat dengan pendekatan transformasi gender yang melihat partisipasi perempuan saja tidak cukup untuk mencapai kesetaraan. Tapi juga partisipasi perempuan di bidang yang didominasi laki-laki. Dalam hal ini dalam bidang teknologi digital," ungkap Dwi.

Indosat Foto: Screenshoot

Lebih detail mengenai SheHacks 2021, program ini merupakan ajang pendampingan dan pembinaan bagi para wanita yang memiliki gagasan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Untuk berpartisipasi, tiap kelompok mengirimkan proposal dan selanjutnya mereka akan didampingi dan dimentori oleh perwakilan dari UN Women.

Untuk mengikuti SheHacks 2021, peserta dapat mendaftar dan mengumpulkan proposal program mulai 9 Juni hingga 9 Juli. Semua perempuan Indonesia di bawah usia 40 tahun diperbolehkan mengikuti kompetisi ini dalam tim beranggotakan maksimal 3 orang. Finalis terpilih berhak untuk mengikuti sesi mentoring dan pemenangnya akan diumumkan pada 10 Agustus 2021.

Setelahnya, para pemenang akan mengikuti program pendampingan selama 4 bulan dan mereka akan dipertemukan dengan instansi yang tepat untuk mewujudkan solusi mereka. Output yang dihasilkan merupakan produk teknologi, seperti aplikasi digital, yang dapat mengentaskan masalah kaum wanita di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.



Simak Video "Internet 101, Cara Indosat Ooredoo Edukasikan Internet Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)