Mengenal Evolusi Teknologi Jaringan Seluler 1G hingga 5G

Mengenal Evolusi Teknologi Jaringan Seluler 1G hingga 5G

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Jumat, 21 Mei 2021 10:17 WIB
ilustrasi 5G
Foto: shutterstock
Jakarta -

Sehari-hari kita telah bergantung pada gawai dan jaringan seluler untuk beraktivitas. Tapi tahukah Anda? Teknologi jaringan seluler yang sekarang kita nikmati telah berevolusi dari waktu ke waktu hingga sekarang telah sampai di era generasi kelima atau 5G.

Perkembangan teknologi seluler membuka kemungkinan Anda untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mudah. Selain menawarkan kecepatan, perkembangan ini juga dinilai lebih dinamis dan cocok untuk mendukung segala aktivitas di zaman ini.

Masing-masing generasi mulai dari 1G hingga 5G memiliki standar jaringan tertentu yang disesuaikan dengan standar jaringan telepon dan sistem telepon seluler pada saat itu. Melansir berbagai sumber, berikut adalah perjalanan teknologi jaringan komunikasi mulai dari 1G hingga 5G.

1G

1G merupakan generasi awal atau pembuka dari jaringan teknologi seluler yang digunakan pada ponsel klasik. Melansir avnet, jaringan seluler generasi pertama ini muncul di Jepang pada 1979 silam kemudian diluncurkan ke Amerika Serikat (1980) dan Inggris (1985).

Secara teknis, 1G beroperasi dengan menggunakan sistem analog yang umumnya dikenal dengan AMPS (Advanced Mobile Phone Service). Teknologi ini memiliki kecepatan maksimum 2,4 Kbps dan hanya dapat digunakan untuk melakukan panggilan suara.

Sebagai generasi pertama, 1G masih memiliki berbagai kelemahan seperti kualitas telepon yang buruk karena gangguan sinyal dan jaringan yang tidak andal. Selain itu, 1G juga boros baterai dan tidak terenkripsi, sehingga, percakapan pun dapat disadap dengan menggunakan pemindai radio karena perlindungannya yang terbatas.

2G

Dikutip dari itbrief, kehadiran 2G di tahun 90-an membawa teknologi digital. Sebab generasi kedua ini mulai menggunakan jaringan digital, tak seperti pendahulunya 1G yang masih menggunakan jaringan analog.

2G pertama kali diluncurkan secara komersial di Finlandia oleh Radiolinja pada 1991 dengan mengimplementasikan teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access). Generasi ini juga berkembang menjadi 2,5G dengan GPRS (General Packet Radio Service) dan 2,75G dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution).

Teknologi 2G memungkinkan komunikasi saat bepergian, serta memberi pengalaman baru dalam berkomunikasi. Selain itu, 2G juga menyematkan sejumlah fitur yang lebih advance dibanding pendahulunya yakni bertukar pesan teks (SMS), pesan bergambar (MMS), dan suara panggilan yang lebih jernih.

3G

Melansir laman resmi Telkomsel, teknologi seluler generasi ketiga (3G) hadir sebagai solusi kebutuhan internet yang meningkat dengan menggunakan standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). 3G diluncurkan pertama kali pada 2001 oleh operator asal Jepang, NTT Docomo.

Dengan kecepatan mencapai 2 Mbps, 3G menawarkan kecepatan yang terakselerasi. Adanya 3G membuat pengguna dapat menikmati berbagai macam layanan internet, seperti browsing, mengirim email, streaming video dan musik, berbagi data, hingga teleconference.

4G

Bisa dikatakan, 4G menjadi generasi yang kini lazim digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhannya akan layanan internet. Teknologi ini diluncurkan perdana secara komersial di Stockholm, Swedia dan Oslo, Norwegia pada 2009 dengan standar LTE (Long Term Evolution) berbasis teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Kecepatan LTE dari 4G disinyalir bisa mencapai 100 Mbps, bahkan berkembang hingga 1 Gbps dengan adanya LTE-Advanced. Teknologi ini membuat Anda bisa streaming video dengan kualitas HD, bermain game online tanpa lag, serta mengunduh dan mengunggah file dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Selain membuat proses komunikasi lebih lancar, 4G juga berhasil memunculkan industri konten kreatif dan lebih banyak startup digital.

5G

Teknologi jaringan seluler saat ini telah memasuki generasi kelima (5G). Generasi teranyar 5G hadir untuk menjawab kebutuhan koneksi ke tahap yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Ada beberapa negara yang telah meluncurkan teknologi 5G secara komersial seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, China, Turki, serta sejumlah negara lain di Eropa.

Diketahui, 5G memiliki kemampuan yang lebih canggih dari generasi sebelumnya dan digadang-gadang bisa mencapai data rate hingga 20 kali lebih cepat (20 Gbps). Tak hanya dapat memenuhi kebutuhan mobile broadband, 5G juga dikatakan mampu mendukung industri 4.0.

Indonesia tak ketinggalan juga pernah merasakan perkembangan jaringan teknologi seluler dari waktu ke waktu. Salah satu pihak yang konsisten menghadirkan layanan pendahulu hingga yang teranyar adalah Telkomsel.

Guna menghadirkan teknologi terkini bagi masyarakat, Telkomsel turut mengembangkan teknologi jaringan 5G di Indonesia. Diketahui, Telkomsel menjadi yang terdepan dalam menghadirkan layanan 5G secara komersial di Tanah Air.

Kini, Telkomsel tengah melakukan Uji Layak Operasi (ULO) 5G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebelumnya, Telkomsel juga pernah menghadirkan uji coba layanan 5G 'Telkomsel 5G Experience Center' pada momentum Asian Games 2018 serta uji coba 'Telkomsel 5G for Industry 4.0' di Batam pada 2019 lalu.

Adapun langkah ini diwujudkan oleh Telkomsel sebagai pematangan implementasi 5G di Indonesia. Harapannya, kehadiran 5G dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi pelanggan, pelaku industri, hingga lembaga pemerintahan dalam memanfaatkan teknologi jaringan seluler generasi terbaru.



Simak Video "Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/fay)