Telkom-2 Beroperasi, SBY Sapa Empat Penjuru Indonesia
- detikInet
Cibinong -
Setelah melalui berbagai uji coba, satelit Telkom-2 resmi beroperasi Jumat (24/02/2006). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun menjajalnya dengan menyapa empat titik terjauh Indonesia. Satelit Telkom-2 milik PT Telkom diluncurkan di Kourou, Guyana, Prancis, 17 November 2005 lalu. Jumat (24/02/2006) satelit itu resmi dioperasikan. Sebelum diresmikan, Telkom-2 melalui berbagai proses pengujian. Menurut Direktur Utama Telkom, Arwin Rasyid, Telkom-2 dinyatakan berhasil dengan sempurna melalui semua pengujian itu. Di acara peresmian yang dilakukan di Stasiun Pengendali Utama (SPU) Cibinong, Jawa Barat, turut hadir Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta jajaran Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menkominfo Sofyan Djalil dan Meneg BUMN Sugiharto. Turut hadir pula Dirut Indosat Hasnul Suhaimi. Di acara itu Presiden berkesempatan mengujicoba Telkom-2 dengan mengadakan video conference ke empat daerah terluar di Indonesia. Di barat, SBY menghubungi daerah Sabang di Aceh. Di timur SBY menyapa Merauke, Papua. Kemudian di bagian Utara SBY menghubungi wilayah Pulau Miangas, yaitu sebuah pulau kecil di Kabuten Kepulauan Palaut, Sulawesi Utara yang dekat dengan Filipina. Sedangkan di selatan panggilan dilakukan ke Atambua di Nusa Tenggara Timur. Daerah yang dekat dengan Australia itu berbatasan langsung dengan Timor Leste. Dalam sambutannya Presiden mengatakan Telkom-2 bisa membantu angkat citra bangsa di luar dan dalam negeri. Ia pun berharap satelit ini bisa menjangkau seluruh kota dan desa di Indonesia. "Kelancaran komunikasi tidak hanya membawa dampak ekonomi, tapi juga sebagai pemersatu bangsa," ujarnya. UjianSetelah resmi beroperasi, maka semua traffic yang sempat dilayani satelit Apstar-6 dan satelit Chinastar-1 telah dialihkan sepenuhnya dan kini dilayani oleh Telkom-2. Arwin Rasyid menyatakan proses pemindahan traffic dilakukan sejak 21 Desember 2005 lalu. Yaitu setelah semua proses pengujian dan tes di orbit menunjukkan satelit Telkom-2 telah berfungsi dengan optimal. Satelit Telkom-2 dioperasikan di GeoStationary Orbit pada posisi 118 derajat bujur timur. "Satelit Telkom-2 siap secara teknis dan komersil untuk dioperasikan. Tenaga ahli Telkom telah sepenuhnya memegang kendali dan operasional satelit melalui Stasiun Pengendali Utama di Cibinong," ujar Arwin saat peresmian operasional Telkom-2 di Cibinong, Jumat (24/02/2006). Proses penempatan dan pengujian Telkom-2 di atas orbit dimulai sejak satelit dikeluarkan dari ruang kargo kendaraan peluncurnya. Proses Geosynchronous Transfer Orbit (GTO) berlangsung sekitar 10 hari. Setelah GTO berakhir, para insinyur dan teknisi yang mengontrol kondisi satelit dari Mission Control Center di Dulles, Virginia, Amerika Serikat, bersama-sama dengan ahli satelit Telkom di SPU Cibinong, melakukan sejumlah pengujian. Sejak tanggal 30 November 2005 - 18 Desember 2005 dilaksanakan tes BUS-IOT dan Payload IOT Telkom-2. Tes itu bertujuan untuk menguji seluruh kondisi yang ada pada satelit Telkom-2 setelah diluncurkan. Selanjutnya dilaksanakan final acceptance review terhadap perangkat ground segment dan satelit Telkom-2 antara SPU Cibinong dengan pengendali di Dulles. (wsh)
(wicak/)