IndiHome Gelar Kompetisi Business Case Mahasiswa, Ini Pemenangnya

IndiHome Gelar Kompetisi Business Case Mahasiswa, Ini Pemenangnya

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Kamis, 18 Feb 2021 19:30 WIB
Indihome
Foto: Indihome
Jakarta -

Sebagai generasi penerus bangsa, mengasah kemampuan diri perlu dilakukan agar dapat memiliki kapabilitas yang unggul dan berdaya saing. IndiHome sebagai layanan fixed broadband milik PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (Telkom), berupaya mendukung proses pengembangan diri para generasi muda, khususnya dunia bisnis di era digital.

Meskipun di situasi pandemi saat ini, IndiHome menyediakan ruang bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) untuk mengeksplorasi bisnis dan ide-ide modern melalui kompetisi The 1st IndiHome Business Case Competition (IBCC) bagi mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten.

Direktur Consumer Service Telkom, FM Venusiana R mengungkap Noobtastic (rank score 86.33) dari Universitas Indonesia sebagai pemenang The 1st IndiHome Business Case Competition. Ia menyampaikan, kompetisi berbasis studi kasus mahasiswa ini telah diselenggarakan sejak 5 Oktober 2020. Program ini, lanjutnya, berhasil mengajak 476 tim dengan beranggotakan 3 orang dari berbagai universitas terkemuka di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Sementara itu, E Kurniawan selaku Vice President Marketing Management Telkom menjelaskan program IBCC akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan skalanya akan diperluas secara nasional. Hal ini menimbang pada antusiasme tinggi yang Ia lihat dari para mahasiswa.

Ia pun berharap, program IBCC dapat dirasakan tak hanya di wilayah perkotaan Jabodetabek saja, tapi generasi muda yang di daerah-daerah lain juga bisa merasakan manfaat ikut acara IBCC ini.

"Melalui kompetisi pendidikan IBCC, internet cepat IndiHome mengajak mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir dengan cara baru yang menyukseskan digitalisasi ekonomi Indonesia. Kami berharap, para generasi muda dapat semangat untuk maju terus dunia pendidikan bersama IndiHome dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju," jelas Kurniawan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Ia pun menjelaskan, dari ratusan ide inovatif yang masuk dalam kompetisi dewan juri penyisihan telah memilih dan memutuskan 15 tim peserta terbaik yang masuk dalam babak final. Ia merinci para dewan juri yang terdiri dari Eko Indrajit, Muhammad Subhan Iswahyudi, dan Dina Dellyana.

Adapun untuk lima belas tim yang masuk dalam babak final IBCC di antaranya Depok Consulting Group (Universitas Indonesia), WAW TEAM (Universitas Bina Nusantara), Nicoleta (Universitas Tarumanagara), Sarasvati (Universitas Bina Nusantara), Baby Dogge (Universitas Prasetiya Mulya), Kriss (Universitas Bina Nusantara), EasyPeacy (Universitas Indonesia), Leviosa (Universitas Indonesia), Agile (Universitas Bina Nusantara), Hoste (Institut Pertanian Bogor), IDEAS (Universitas Bina Nusantara), Noobtastic (Universitas Indonesia), ELEAZER (Universitas Pelita Harapan), Wallstreet (Universitas Indonesia), dan Puntenization (Universitas Bina Nusantara).

Kurniawan mengatakan, semua tim yang lolos ke babak final menjalani rangkaian penilaian yang terdiri dari sesi presentasi selama maksimal 5 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan juri final.

Adapun tim penilai di babak final terdiri dari kalangan profesor yaitu, Marsudi Wahyu Kisworo dan Eko Indrajit. Serta perwakilan dari Telkom yaitu Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta dan Senior General Manager Telkom Corporate University Jemy Vestius Confido.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan lima belas tim yang terpilih diseleksi kembali oleh dewan juri dalam babak final pada Selasa (16/2). Babak final ini, lanjutnya, meliputi kategori penilaian yang ditinjau dari berbagai poin. Yaitu dari cara sebuah tim dalam mengeksplorasi masalah, ketepatan penerapan metodologi, kedalaman analisis, serta tingkat urgensi dan seberapa aplikatif solusi yang diberikan.

Berdasarkan hasil penilaian, diungkap juara pertama kompetisi ini diraih oleh Noobtastic (rank score 86.33) dari Universitas Indonesia yang beranggotakan Kenny Anderson, Dharma Saputra, dan Sauqi Malikal Mahira. Kurniawan menjelaskan bahwa pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 10.000.000 dan sertifikat.

Sementara untuk juara kedua diraih oleh Baby Dogge (rank score 81.33) dari Universitas Prasetiya Mulya. Dengan anggota tim Maria Chrisanti, Alexandra Daniella, dan Clarissa Joewono. Pemenang kedua ini mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 7.000.000 dan sertifikat.

Sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh Wallstreet (rank score 79.33) dari Universitas Indonesia, dengan anggota tim Ruthana Bitia, Belinda Azzahra, dan Fransiskus Ryan Satya. Anggota Wallstreet mendapatkan uang tunai sebesar Rp5.000.000 dan sertifikat.

Kurniawan pun mengungkap adanya juara favorit yang dipilih berdasarkan like terbanyak di Instagram. Kategori pemenang ini diraih oleh Nicoleta dari Universitas Tarumanegara dengan anggota tim Velecia Apriana, Romeyna Willim, dan Dania Arfilla. Mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp2.000.000.

Sementara juara favorit kedua diraih oleh WAW TEAM dari Universitas Bina Nusantara. Dengan anggota tim Daniel Anthony, Shan Metta Nata, dan Venessia yang mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1.000.000.

Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta yang hadir pada final kompetisi ini turut mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi ini.

"Harapannya, para peserta dapat terus mengasah ide-ide bisnisnya dengan memanfaatkan internet stabil dari IndiHome agar dapat memajukan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait Kompetisi The 1st IndiHome Business Case Competition, dapat mengunjungi laman ini www.indihome.co.id/ibcc.

(ega/ega)