Satelit Telkom-3 Jatuh ke Bumi Setelah Hilang Hampir 9 Tahun

Satelit Telkom-3 Jatuh ke Bumi Setelah Hilang Hampir 9 Tahun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 05 Feb 2021 15:35 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Foto: Photo by NASA on Unsplash
Jakarta -

Satelit Telkom-3 diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi pada hari ini, Jumat (5/2/2021). Satelit tersebut dulu hilang sesaat usai diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada 2012 silam.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berkoordinasi dengan Telkom dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, terkait reentry satelit Telkom-3 itu ke Bumi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Lapan mengatakan bahwa satelit Telkom-3 akan melakukan reentry pada tanggal 5 Februari 2021 antara pukul 14.30 WIB hingga pukul 18.30 WIB.

"Ini merupakan kali pertama benda jatuh antariksa berukuran besar milik Indonesia," ujar Koordinator Humas Lapan Jasyanto.

Menanggapi peristiwa itu, Lapan telah melakukan koordinasi dengan Telkom, Telkomsat, dan Roscosmos Rusia

Adapun mengenai di mana jatuhnya satelit Telkom-3 itu, Lapan mengaku untuk saat ini lokasinya belum dapat diprediksikan dengan akurat.

Satelit yang berbobot 1,845 ton ini tidak mengandung bahan radioaktif dan diperkirakan sebagian besar massa satelit akan terbakar saat memasuki atmosfer hingga menyisakan 10% hingga 40% massa awalnya.

Satelit Telkom-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) merupakan satelit buatan ISS Reshetnev, Rusia berdasarkan pesanan Telkom. Satelit tersebut diluncurkan pada tanggal 6 Agustus 2012 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, tetapi masalah teknis menyebabkannya gagal mencapai orbit.

Saat itu, satelit Telkom-3 bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M itu telah hilang setelah beberapa jam meluncur menuju slot orbitnya karena gagal dalam tahapan Briz-M.

Briz-M merupakan tahapan pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki tambahan propellant dilepas.



Simak Video "Fenomena Gerhana Bulan dan Purnama Awal Desember 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)