Amankan Slot Orbit 113 BT: Indosat Out, Anak Usaha Telkom In

Amankan Slot Orbit 113 BT: Indosat Out, Anak Usaha Telkom In

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 05 Jan 2021 18:50 WIB
Satelit Palapa Nusantara Dua yang Gagal ke Orbit
Foto: (ChinaScience/Twitter)
Jakarta -

Indosat Ooredoo memutuskan mundur dengan tidak melakukan investasi di peluncuran satelit berikutnya pasca kegagalan satelit Nusantara Dua (Palapa N-1) yang gagal mencapai orbit April lalu.

Untuk mengamankan slot orbit 113 Bujur Timur (BT), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan anak perusahaan Telkom, yaitu Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

Sebagai informasi, salah satu dampak kegagalan peluncuran Satelit Nusantara Dua adalah potensi penghapusan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT oleh International Telecommunication Union (ITU), karena Indonesia tidak dapat menempatkan satelit di slot orbit 113 BT dalam batas waktu yang ditetapkan.

Nusantara Dua yang gagal mengorbit, rencananya akan menggantikan satelit Palapa D yang berakhir masa operasinya pada tahun 2020.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kominfo telah mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.

Mempertimbangkan batas waktu yang telah diberikan ITU hingga 31 Desember 2024 tersebut, Kominfo mengambil sejumlah strategi untuk memastikan batas waktu tersebut dapat dipenuhi.

Langkah awal yang telah dilakukan, yaitu membentuk Tim Evaluasi untuk melakukan evaluasi terhadap rencana kelanjutan penggunaan slot orbit 113 BT oleh Indosat selaku pengguna filing satelit Indonesia di slot orbit itu.

"Berkaitan dengan hal itu, Indosat menyatakan tidak dalam posisi untuk kembali melakukan investasi meluncurkan satelit di masa akan datang, sehingga Indosat tidak akan melanjutkan penggunaan filing satelit pada slot orbit 113┬║BT setelah masa operasi satelit Palapa D berakhir," ujar Kominfo dalam siaran persnya, Selasa (5/1/2021).

Sehubungan dengan hal tersebut, Kominfo telah mengirimkan surat kepada Indosat yang menyatakan hak penggunaan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT tidak diperpanjang setelah masa operasi satelit Palapa D berakhir.

Selanjutnya, Kominfo melakukan proses evaluasi terhadap calon pengguna baru filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Proses evaluasi itu bertujuan untuk mencari pengguna baru slot orbit 113 BT yang dinilai mampu untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024. Dalam proses evaluasi itu, dilakukan penilaian terhadap aspek finansial, regulator, teknis, dan bisnis dari para calon pengguna slot orbit 113 BT.

Berdasarkan proses evaluasi yang telah dilakukan tersebut, Kementerian Kominfo menetapkan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai pengguna baru filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. PT Telkom Satelit Indonesia merupakan anak perusahaan Telkom yang menangani urusan satelit.

Diberitakan sebelumnya, pada April lalu, satelit Nusantara Dua dipastikan gagal mencapai orbit setelah mengalami anomali ketika wahana tersebut meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China, pada pukul 19.46 waktu setempat.

Saat proses peluncuran Nusantara Dua berjalan baik, namun terjadi anomali ketika memasuki tahapan pelepasan roket tingkat tiga. Sehingga, satelit yang awalnya menyandang nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1 itu tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.

Nusantara Dua diketahui diproyeksikan mengisi di slot orbit 113 derajat Bujur Timur (BT) yang akan dimanfaatkan Indosat Ooredoo sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia. Hal itu juga untuk mencapai visinya menjadi perusahaan digital terdepan di Indonesia.



Simak Video "Rencana Kontingensi Kominfo Terkait Kendala Satelit Nusantara Dua"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)