Diterjang Corona, Satelit Internet Satria Optimis Tetap Meluncur 2023

Diterjang Corona, Satelit Internet Satria Optimis Tetap Meluncur 2023

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 03 Sep 2020 20:10 WIB
Merebaknya virus Corona atau COVID-19 yang membuat perekonomian dunia jadi macet saat ini, diyakini tidak akan mempengaruhi proses peluncuran dan dioperasikannya Satelit Republik Indonesia (Satria) pada tahun 2023.
Satelit Republik Indonesia (Satria). Foto: Kominfo
Jakarta -

Merebaknya virus Corona atau COVID-19 yang membuat perekonomian dunia jadi macet saat ini, diyakini tidak akan mempengaruhi proses peluncuran dan dioperasikannya Satelit Republik Indonesia (Satria) pada tahun 2023.

Sebelumnya, pemerintah yang tengah berupaya pengadaan satelit satria untuk memancarkan akses internet ke berbagai pelosok Indonesia, harus terhadang gegara pandemi COVID-19. Namun hal itu saat ini telah diatasi setelah disepakatinya pembuatan satelit Satria ini pada tahun ini.

Kepastian konstruksi setelah dilakukannya penandatangan Preparatory Work Agreement (PWA) proyek Satelit Republik Indonesia (Satria) antara PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai bagian dari konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dengan perancang dan pabrikan asal Prancis, Thales Alenia Space (TAS).

"Rencana tahun 2023 satelit Satria diluncurkan. Apakah optimis? sangat optimis," ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo Anang Latif, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Bakti Kominfo sendiri dalam proyek satelit Satria ini berperan sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Adapun, proyek ini juga dikerjakan dalam skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), di mana Kominfo bertindak selaku penanggungjawab proyek kerjasama (PPK).

Di kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memaparkan setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi menuju peluncuran satelit Satria di tahun 2023.

"Jadi, ada tiga tahapan kritis atau penting. Pertama, proses produksi satelit di Toulouse, Prancis. Kedua, kendaraan transportasi satelit dari Toulouse ke tempat peluncuran roket. Dan, tahap ketiga itu adalah peluncuran itu sendiri, naik ke angkasa, sampai tidak sampai ke orbit," jelasnya.

Melalui satelit Satria ini, pemerintah berupaya untuk menyebarkan akses internet yang mana saat ini belum sepenuhnya masyarakat menikmati layanan menuju dunia maya itu. Dengan Satria yang berjenis High Throughput Satellite (HTS) ini memiliki kapasitas 150 Gbps.

Satelit pemerintah tersebut nantinya akan menghadirkan akses internet gratis ke 150 ribu titik layanan publik di berbagai penjuru Nusantara, terdiri dari 93.900 titik untuk pendidikan (SD, SMP, SMA, dan pesantren), 47.900 titik untuk pemerintahan (kelurahan, kecamatan, pemerintah daerah), 4.900 titik layanan publik lainnya, dan 3.700 titik untuk kesehatan.

PT Satelit Nusantara Tiga, perusahaan yang mengoperasikan Satelit Republik Indonesia (Satria) itu telah menunjuk Thales Alenia Space untuk membuat satelit di Prancis. Sedangkan untuk peluncurannya mengandalkan SpaceX dan diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, AS.

PT Satelit Nusantara Tiga selaku badan usaha swasta yang mengoperasikan Satria ini telah menggaet dua investor untuk pendanaan Satria, yakni BPI France dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China.



Simak Video "Bangun Satelit, Indonesia Dapat Pinjaman Dana dari Prancis dan Beijing"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)