1.111 BTS USO Telkomsel di Wilayah Pelosok Di-Upgrade Jadi 4G

1.111 BTS USO Telkomsel di Wilayah Pelosok Di-Upgrade Jadi 4G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 24 Des 2020 21:01 WIB
Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut.
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi itu dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, kolaborasi antara Telkomsel dan BAKTI telah terjadi sejak tahun 2015 yang kini telah berhasil menggelar BTS USO sebanyak 1.111 titik di seluruh Indonesia.

Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut.Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut. Foto: Telkomsel

"Pembangunan jaringan ini wujud nyata Telkomsel bersama Kominfo RI yang ingin terus menghadirkan jaringan 4G LTE yang merata," ujar Menkominfo.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, peningkatan teknologi seluruh BTS USO yang kini sudah terhubung dengan jaringan 4G LTE, merupakan komitmen perusahaan memastikan percepatan pemerataan dan kesetaraan konektivitas broadband terdepan hingga seluruh penjuru negeri.

"Kami berharap, upaya ini dapat mendukung berbagai lini kehidupan masyarakat lebih jauh lagi, sehingga kenyamanan aktivitas digital, terutama proses pembelajaran jarak jauh yang sangat diperlukan di masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan ini, hingga penggunaan saluran digital, serta mendorong transformasi perekonomian digital sektor UMKM di seluruh pelosok negeri," tutur Setyanto.

BTS USO selama ini menjadi salah satu tulang punggung dalam pemerataan akses telekomunikasi di wilayah 3T serta perbatasan negara. Maka dari itu, peningkatan layanan yang dilakukan Telkomsel juga menjadi dukungan perusahaan dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Saat ini, Telkomsel bersama Bakti telah menggelar 1.111 BTS USO yang seluruhnya telah terhubung teknologi jaringan broadband terdepan 4G LTE. Pengembangan tekmologi jaringan tersebut juga menjadi bagian dari total lebih dari 233.000 BTS Telkomsel yang telah beroperasi melayani lebih dari 170 juta pelanggan di sekira 95% wilayah populasi di Indonesia.

Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut.Sinyal 4G Telkomsel dipastikan sudah sampai ke 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), setelah melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111 unit dan berada di wilayah pelosok tersebut. Foto: Telkomsel

Untuk rencana ke depan, anak perusahaan Telkom ini akan membangun tambahan 47 BTS USO 4G LTE baru di sejumlah wilayah 3T di Indonesia, guna semakin mengakselerasikan pemerataan dan kesetaraan konektivitas broadband terdepan, sehingga dapat memberi manfaat bagi lebih banyak masyarakat hingga wilayah terdepan.

Sedangkan di Desember ini, Telkomsel kembali dipercaya oleh pemerintah sebagai peserta yang lolos Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2360-2390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler dengan memegang blok C.

Tambahan spektrum frekuensi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan layanan broadband terkini 4G LTE dengan memaksimalkan kapasitas dan kualitas jaringan broadband yang merata bagi masyarakat hingga pelosok negeri.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)