Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Selfie Duta Besar AS Viral, Netizen Soroti Edit Wajahnya

Selfie Duta Besar AS Viral, Netizen Soroti Edit Wajahnya


Adi Fida Rahman - detikInet

Callista Gingrich, Duta Besar As untuk Swiss
Selfie Duta Besar AS Viral, Netizen Soroti Edit Wajahnya. Foto: via Boredpanda
Daftar Isi
Jakarta -

Sebuah foto selfie yang diunggah Duta Besar Amerika Serikat untuk Swiss dan Liechtenstein, Callista Gingrich, mendadak viral di media sosial. Bukan karena pemandangan indah di baliknya, melainkan karena wajah sang diplomat yang dinilai terlihat terlalu sempurna akibat diduga diedit secara berlebihan.

Foto tersebut diunggah saat Callista menikmati akhir pekan ulang tahun bersama suaminya, mantan Ketua DPR Amerika Serikat Newt Gingrich, di kawasan wisata pegunungan St. Moritz, Swiss. Dalam foto itu, keduanya berpose selfie dengan latar belakang pegunungan bersalju yang terkenal sebagai destinasi ski mewah di Eropa.

Dalam keterangan unggahan tersebut, Callista menulis, "Bersyukur bisa merayakan akhir pekan ulang tahun di St. Moritz bersama @newtgingrich."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun tak lama setelah diposting, foto itu langsung menjadi bahan perbincangan warganet. Banyak pengguna media sosial menyoroti perbedaan mencolok antara wajah Callista yang terlihat sangat halus tanpa kerutan, sementara wajah suaminya tampak alami dengan tanda-tanda penuaan.

Netizen Soroti Edit Foto Berlebihan

Sejumlah warganet menilai wajah Callista terlihat terlalu mulus, seolah telah melalui proses pengeditan digital yang cukup ekstrem.

"Lucu juga, kenapa tidak sekalian diberi filter untuk Newt?" tulis seorang pengguna media sosial.

Komentar lain menyindir bahwa hasil editan tersebut terlihat sangat kontras dibandingkan wajah suaminya yang tampak alami.

"Tidak bisa mengedit wajah sendiri habis-habisan lalu membiarkan Newt tampil sepenuhnya alami," tulis pengguna lain.

Ada pula yang bercanda bahwa Callista terlihat seperti "menghapus" wajahnya sendiri karena penggunaan filter yang terlalu kuat.

"Saya suka bagaimana ia mengedit wajahnya sampai nyaris hilang, sementara wajah suaminya dibiarkan sama sekali tanpa sentuhan," tulis komentar lainnya.

Sebagian pengguna bahkan menyarankan agar filter diterapkan secara merata jika memang ingin digunakan.

"Kalau pakai filter, sebaiknya seluruh foto difilter atau tidak sama sekali," tulis seorang netizen.

Meski begitu, tidak semua komentar bernada negatif. Beberapa pengguna media sosial justru memuji Callista yang tampak santai menghadapi kritik yang berulang kali muncul terkait foto-fotonya.

Karier Diplomatik Callista Gingrich

Callista Gingrich, Duta Besar As untuk SwissCallista Gingrich, Duta Besar As untuk Swiss Foto: via Boredpanda

Callista Gingrich dikenal sebagai figur politik dan diplomat Amerika Serikat. Ia menikah dengan Newt Gingrich pada Agustus 2000.

Newt sendiri merupakan tokoh penting dalam politik Amerika Serikat dan pernah menjabat sebagai Speaker of the House atau Ketua DPR AS. Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Republik pada pemilu 2012, meski akhirnya kalah dari Mitt Romney.

Dalam karier diplomatiknya, Callista pernah menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Vatikan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump periode pertama.

Selama menjabat, ia terlibat dalam berbagai isu diplomatik, termasuk upaya mempromosikan kebebasan beragama internasional serta kerja sama kemanusiaan global.

Setelah kemenangan Trump dalam pemilu 2024, ia kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Swiss.

Fenomena Edit Foto di Era Media Sosial

Kasus yang dialami Callista Gingrich mencerminkan fenomena yang semakin umum di era media sosial: pengeditan foto sebelum diunggah.

Berbagai aplikasi pengeditan wajah seperti Facetune maupun filter bawaan platform media sosial kini banyak digunakan untuk memperhalus kulit, memperbaiki pencahayaan, hingga mengubah bentuk wajah.

Sebuah survei yang dilakukan ID Crypt Global terhadap 778 responden dewasa muda menemukan bahwa sekitar sepertiga pengguna media sosial mengaku rutin mengedit foto sebelum mengunggahnya.

Alasan yang paling sering disebut adalah memperbaiki pencahayaan (49 persen) dan menggunakan filter (30 persen). Sebagian pengguna juga mengubah warna rambut, warna mata, hingga bentuk wajah untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, praktik ini juga memicu perdebatan mengenai standar kecantikan yang tidak realistis serta transparansi di dunia digital.

Kasus serupa bahkan pernah terjadi pada Catherine, Princess of Wales, yang pada 2024 mengakui telah mengedit foto keluarga yang diunggah untuk perayaan Hari Ibu setelah sejumlah kantor berita menarik gambar tersebut karena diduga dimanipulasi.

Terlepas dari kritik yang muncul, fenomena pengeditan foto tampaknya akan terus menjadi bagian dari budaya media sosial modern. Bagi sebagian orang, itu sekadar cara bersenang-senang atau meningkatkan kepercayaan diri. Namun bagi publik figur, setiap detail kecil dalam foto bisa dengan cepat menjadi bahan pembicaraan warganet di seluruh dunia, demikian dilansir dari Boredpanda.




(afr/afr)






Hide Ads
LIVE