Video hoax sering kali muncul di tengah konflik dua negara. Akan tetapi, di perang Iran-Israel, video hoaksnya menjadi lebih sulit untuk dibedakan. Semua dikarenakan teknologi yang semakin berkembang, memungkinkan video yang dibuat jadi lebih realistis hampir tanpa celah.
Padahal, jika dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, video hoaks lebih mudah dibantah.
"Dulu hanya ada satu atau dua hal palsu di luar sana; itu akan segera terbongkar. Sekarang Anda melihat ratusan hal palsu, dan itu benar-benar realistis. Ini bukan hanya realistis, tetapi juga berdampak, berdampak besar. Orang-orang mempercayainya dan mereka menyebarkannya," kata Hany Farid profesor di bidang digital forensik dari University of California kepada CNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang berubah adalah generatif AI kini semakin mudah diakses secara luas. Model AI juga kian terlatih, membuat sulit untuk mendeteksi kebohongannya dengan mata telanjang atau yang tidak terlatih.
Video dan gambar palsu yang oleh para ahli seperti jurnalis senior BBC Verify Shayan Sardarizadeh diidentifikasi sebagai buatan AI, telah mengumpulkan puluhan juta penayangan di platform media sosial dalam hampir dua minggu sejak perang Iran dimulai. Satu video palsu menunjukkan misalnya menggambarkan orang-orang yang panik melarikan diri dari serangan Iran yang diduga terjadi di bandara di Tel Aviv.
Cara agar tidak kecele video hoaks perang Iran-Israel
Sejujurnya, saat ini sulit untuk membedakan video asli dari yang palsu. Farid mengatakan peningkatan pesat dalam kualitas kreasi AI berarti bahwa kiat-kiat dari beberapa bulan lalu tentang cara mengenali kepalsuan AI tidak lagi berguna saat ini.
Misalnya, dulu berguna untuk memeriksa apakah seseorang dalam gambar memiliki jari tambahan atau anggota tubuh yang salah tempat. Manusia yang direpresentasikan dalam konten AI saat ini cenderung bebas dari kesalahan-kesalahan remeh tapi fatal semacam itu.
Farid mengatakan cara terbaik untuk tetap mendapatkan informasi yang akurat adalah dengan memilih untuk mendapatkan berita dari outlet jurnalistik yang kredibel daripada menelusuri postingan dari akun random di media sosial. "Di saat-saat konflik global, ini bukanlah tempat untuk mendapatkan informasi," ujarnya.
Bagi kita yang hobinya scrolling, akan lebih bijaksana untuk berhenti sejenak dan melakukan pencarian online beberapa detik sebelum mempercayai atau membagikan video atau gambar sensasional tentang perang.
Perhatikan: apakah ada sesuatu yang tampak aneh seperti audio tidak sinkron dengan video atau fitur visual yang tidak sesuai dengan dunia nyata? AI semakin canggih, tetapi masih belum sempurna.
Kamu juga dapat mengecek apakah seorang penyingkap kebohongan (debunker) terkenal seperti Sardarizadeh, media pemeriksa fakta, atau pakar di bidangnya telah membahas kebenaran video atau gambar tersebut?
Kemudian, kamu dapat mencoba alat pendeteksi AI gratis. Meski jauh dari sempurna, terkadang alat tersebut juga dapat membantu.
(ask/afr)

