Investasi infrastruktur telekomunikasi sudah pasti pakai dolar. Dengan kondisi dollar AS meroket, PT Telkom Indonesia pasang kuda-kuda.
Dirut PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini mengatakan ada tantangan bisnis di tahun 2026 berupa kondisi ekonomi makro yang sulit diprediksi. Dengan nilai dollar yang melambung tinggi, Telkom mesti berstrategi.
"Karena mungkin investasi kita dalam dollar, ada beberapa yang mungkin hari kami sesuaikan. Tapi sebetulnya dari sisi market dan kebutuhan pelanggan, internet itu tumbuh terus, baik itu B2B atau B2C itu tumbuh terus. No doubt," kata Dian dalam paparan TLKM 30: Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Transformasi Strategis di Kantor Telkom, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar di industri telko menurut Dian selalu kokoh, karena telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan primer. Namun faktor eksternal belum bisa diprediksi yaitu ekonomi makro.
Dian mengingatkan strategi utama Telkom agar lebih lincah dan menguntungkan, yaitu jurus TLKM 30 dengan 4 pilar yaitu operational dan service excellence dengan memperbaiki tata kelola, streamlining aneka anak usaha menjadi lebih ringkas, unlock values dengan bisnis InfraNexia, dan perubahan modus operandi yang tadinya terfragmentasi dan tumpang tindih menjadi terintegrasi dan fokus.
Dari 4 segmen bisnis Telkom, segmen B2C dengan Telkomsel sudah punya penetrasi 100%. Fixed broadband masih ada ruang tumbuh 20%. Sumber pertumbuhan baru untuk Telkom nantinya dari 3 segmen lain yaitu B2B Infra dengan Infranexia, Mitratel, Neutra DC, Telkomsat dll. Lalu ada B2B ICT dengan Telkomsigma, Infomedia, Nutech. Ada pula segmen internasional dengan Telin, dan segmen bisnis lain.
Telkom berharap segmen bisnis lain bisa tumbuh. Untuk sekarang, 70% bisnis ada di B2C, 30% ada di segmen yang lain. Diharapkan pada 2030 komposisinya sudah seimbang.
"Segmen B2B Infra dan internasional sudah memperlihatkan pertumbuhan yang luar biasa. Untuk yang B2B ICT ini sekarang lagi dimasak supaya ke depannya bisa menjadi source of growth yang baru," pungkas Dian.
(fay/fyk)

