Rencana Besar Telkomsel Usai Menang Lelang Frekuensi 5G

Rencana Besar Telkomsel Usai Menang Lelang Frekuensi 5G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 18 Des 2020 15:35 WIB
Telkomsel, Ilustrasi Telkomsel, Logo Telkomsel
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Telkomsel menjadi satu di antara tiga operator seluler yang mendapatkan tambahan amunisi lebar pita 10 MHz usai menang lelang frekuensi 2,3 GHz. Usai pengumuman yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Telkomsel mengungkapkan rencana besar terhadap frekuensi 5G ini.

Dengan penambahan 10 MHz, itu artinya Telkomsel menguasai lebar pita total 40 MHz di frekuensi 2,3 GHz ini. Sementara di frekuensi 800/900 MHz anak perusahaan Telkom ini memegang 15 MHz, kemudian frekuensi 1,8 GHz punya dengan lebar pita 22,5 MHz, dan frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz.

Telkomsel berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaan spektrum tambahan yang telah diamanatkan pemerintah, guna mendorong penyediaan akses broadband berteknologi terdepan dengan kualitas prima dan cakupan merata hingga pelosok negeri, sekaligus akan melanjutkan roadmap pengembangan teknologi telekomunikasi terbaru yang nantinya akan diterapkan di Indonesia, seperti 5G.

Selain itu, investasi yang dilakukan Telkomsel dalam memperoleh tambahan spektrum frekuensi 2,3 GHz ini menunjukkan keseriusan korporasi untuk selalu menjadi yang terdepan dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat untuk menikmati layanan broadband berteknologi terkini secara nyaman dan merata, terutama dalam memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan.

Sebagai informasi, Telkomsel memberikan harga penawaran sebesar Rp144,8 miliar untuk mendapatkan blok C yang meliputi zona 4 (Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), zona 5 (Jawa Bagian Barat; kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi), zona 6 (Jawa Bagian Tengah), zona 7 (Jawa Bagian Timur), zona 9 (Papua), zona 10 (Maluku dan Maluku Utara), zona 12 (Sulawesi Bagian Utara), dan zona 15 (Kepulauan Riau)

"Langkah korporasi melalui investasi pita frekuensi ini dilakukan dengan telah mempertimbangkan berbagai aspek, seperti strategi pengembangan investasi dan bisnis yang matang, dengan dukungan finansial yang kuat, seiring dengan roadmap transformasi Telkomsel yang kini telah menjadi perusahaan telekomunikasi digital," ujar Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dalam siaran persnya, Jumat (18/12/2020).

Meski pemerintah akan diproyeksikan untuk menggelar jaringan 5G di masa mendatang, Telkomsel akan memanfaatkan tambahan spektrum di 2,3 GHz itu untuk pengembangan layanan 4G. Tapi di sisi lain, operator seluler yang identik warna merah ini pun melanjutkan pengembangan teknologi terkini 5G.

"Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan layanan broadband terkini4G dengan memaksimalkan kapasitas dan kualitas jaringan broadband bagi pelanggan hingga pelosok Indonesia, serta melanjutkan pengembangan implementasi teknologi jaringan terbaru 5G yang segera akan diterapkan di Indonesia. Kami berharap pencapaian ini juga akan mendukung penguatan ekosistem digital di Indonesia, termasuk industri kreatif digital, e-commerce, dan mendorong transformasi digital segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar Setyanto menambahkan.

Untuk tahap awal, Telkomsel akan melanjutkan pembangunan BTS 4G LTE dengan memaksimalkan frekuensi 2,3 GHz yang tersedia, terutama di wilayah yang memiliki trafik penggunaan layanan broadband yang cukup tinggi. Dampaknya masyarakat dapat menikmati kecepatan akses maksimal mobile broadband yang lebih tinggi dan lebih berkualitas, dengan kapasitas jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas digital masyarakat.

Tambahan spektrum frekuensi 2,3 GHz sebesar 10 MHz akan segera dapat mulai digunakan setelah dilakukan proses refarming dan keluarnya Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dari Kementerian Kominfo pada awal tahun 2021, agar alokasi pita yang dimiliki menjadi contiguous dan dapat dioptimalkan untuk penyelenggaraan jaringan broadband.

Telkomsel juga berkomitmen untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh Kementerian Kominfo kepada para peserta lolos seleksi alokasi tambahan frekuensi 2,3 GHz, meliputi penyelenggaraan showcase jaringan 5G, pembangunan infrastruktur 4G/5G di lokasi prioritas seperti destinasi wisata super prioritas (Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Danau Toba, dan Borobudur), serta pembangunan infrastruktur 4G/5G di sekurang-kurangnya di 25% kota/kabupaten wilayah Indonesia yang telah tersambung dengan fiber optic dengan memaksimalkan alokasi pita frekuensi radio yang diperoleh dalam proses seleksi tersebut.

"Penambahan spektrum frekuensi ini akan menjadi penguat bagi landasan pengembangan bisnis digital yang terus dibangun oleh Telkomsel, yang hingga kuartal tiga 2020 ini telah tumbuh lebih dari 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," pungkas Setyanto.



Simak Video "Indonesia Bersiap Cicipi 5G pada 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)