Mantap! Ada Sinyal 4G di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Mantap! Ada Sinyal 4G di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 16 Nov 2020 07:22 WIB
Menara Telkomsel
Ilustrasi menara Telkomsel. Foto: Telkom
Jakarta -

Masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste akhirnya bisa merasakan sinyal 4G, setelah Telkomsel menghadirkan Base Transceiver Station (BTS) 4G LTE di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Telkomsel menyebutkan infrastruktur telekomunikasi di daerah perbatasan itu sudah mulai beroperasi dan dinikmati masyarakat setempat sejak awal November 2020.

Di samping itu, ketersediaan BTS 4G ini untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, termasuk di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) serta wilayah perbatasan negara.

VP Network Operation and Quality Management Area Jawa Bali Telkomsel Samuel Pasaribu mengatakan, Telkomsel berupaya untuk hadir dinikmati masyarakat setempat, salah satunya melalui jaringan 4G yang mampu menyentuh kehidupan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Maka dari itu, Telkomsel memaknai beroperasinya BTS 4G di Oepoli tidak sekadar untuk menghubungkan masyarakat yang berada di sana, namun juga demi memberikan manfaat bagi peningkatan potensi perekonomian desa, membantu kelancaran proses belajar secara daring, hingga mendukung petugas di daerah perbatasan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara," tutur Samuel dalam keterangannya.

Proses pembangunan BTS di Oepoli ini, berawal dari laporan yang diterima Telkomsel dari masyarakat setempat mengenai kebutuhan akan akses broadband di lokasi tersebut. Diketahi, sehari-hari, masyarakat di sana hanya bisa mengakses internet lewat jaringan Telemor, operator dari Timor Leste.

Masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste akhirnya bisa merasakan sinyal 4G, setelah Telkomsel menghadirkan Base Transceiver Station (BTS) 4G LTE di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.Masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste akhirnya bisa merasakan sinyal 4G, setelah Telkomsel menghadirkan Base Transceiver Station (BTS) 4G LTE di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Foto: Telkomsel

Maka dari itu, Telkomsel memutuskan untuk mengoperasikan BTS jaringan seluler generasi keempat setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi geografis dan infrastruktur yang menantang di kawasan tersebut.

Adapun Oepoli sendiri merupakan daerah berpenduduk 2.000 jiwa. Untuk mencapai wilayah tersebut, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar sembilan jam untuk sampai di sana melalui jalur darat dari Kota Kupang.

Kehadiran sinyal 4G di Oepoli diapreasiasi warga setempat, seperti yang disampaikan tokoh masyarakat Oepoli Romo Januario Gonzaga (Romo Janu).

"Kami merasa bersyukur karena bisa memanfaatkan jaringan internet ini untuk hal-hal baik, terlebih untuk urusan pendidikan," ucapnya.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah memperluas ketersediaan 4G LTE secara menyeluruh, seperti penyediaan Combat di Desa Pasiah Laweh (Sumatera Barat) dan Desa Woloklibang (NTT), pemasangan repeater khusus di Desa Petir (DIY), dan pembangunan BTS di Desa Nain (Sulawesi Utara).

Ke depan anak perusahaan Telkom ini berkomitmen untuk menjalankan lebih banyak inisiatif serupa, yang sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mengupayakan ketersediaan jaringan 4G di seluruh desa di Indonesia pada 2022.

"Karena implementasi layanan digital di keseharian masyarakat membutuhkan akses dan kualitas layanan broadband yang prima," tutup Samuel.



Simak Video "Pemerintah Targetkan Sinyal 4G di 12.548 Desa Rampung Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)