XL Axiata Bicara Dampak Omnibus Law di Sektor Telekomunikasi

XL Axiata Bicara Dampak Omnibus Law di Sektor Telekomunikasi

Tim - detikInet
Kamis, 08 Okt 2020 19:11 WIB
Teknisi XL Axiata memeriksa perangkat BTS di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Senin (10/2/2020). XL Axiata Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 25,15 trilliun atau meningkat sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15 persen YoY, dan pertumbuhan pendapatan tersebut melampui pendapatan rata-rata industri.
XL Axiata Bicara Dampak Omnibus Law di Sektor Telekomunikasi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

UU Cipta Kerja yang telah disahkan disebut akan membawa perubahan di sektor telekomunikasi Indonesia. XL Axiata mengatakan undang-undang baru ini diperkirakan bisa membuat industri telekomunikasi menjadi lebih efisien.

Direktur/Chief Information & Digitalization Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan bahwa Omnibus Law bisa menjadi kesempatan dan tantangan. Ia mengatakan saat ini XL masih mengevaluasi apa dampak dari Omnibus Law terhadap industri telekomunikasi.

Namun menurut Yessie, sistem berbagi infrastruktur atau infrastructure sharing yang diatur dalam Omnibus Law bisa membuat operasional operator telekomunikasi menjadi lebih efisien, sesuatu yang masih menjadi tantangan saat ini.

"Akan terbukanya infrastructure sharing tentunya akan memberikan kepada kami kesempatan untuk memberikan layanan yang lebih baik karena artinya kita bisa jauh lebih efisien yang merupakan salah satu tantangan industri telekomunikasi," kata Yessie dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/10/2020).

"Traffic semakin tinggi tetapi pelanggan tidak mau bayar semakin banyak, artinya kami harus membangun dengan semakin efisien," sambungnya.

Act. Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam kesempatan yang sama mengatakan ia percaya Omnibus Law ke depannya akan membawa manfaat bagi industri telekomunikasi, meski saat ini masih diwarnai pro dan kontra.

"Bukan hanya infrastruktur yang kelihatan tapi juga spektrum ya sehingga cost untuk serving customer itu bisa lebih murah karena bisa dikerjakan bersama-sama. itu sih harapan kita semoga ini jadi. Itu sih harapan kita, mudah-mudahan ini memang menjadi sesuatu yang positif ke depannya," kata Gede.

Omnibus Law juga dianggap banyak pihak akan mendorong konsolidasi operator. Di usianya yang ke-24, XL Axiata mengaku terbuka dengan konsep konsolidasi meski belum memiliki calon yang sesuai.

"Yang perlu diketahui untuk dunia telekomunikasi di Indonesia akan jauh lebih efisien saat terjadinya konsolidasi," kata Yessie.

"Apalagi dengan dimudahkannya untuk infrastructure sharing tentunya akan jauh lebih cepat lagi untuk bisa memberikan layanan untuk seluruh tempat di Indonesia," pungkasnya.

Seperti diketahui, UU Cipta Kerja tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran mengizinkan pemegang perizinan berusaha untuk menggunakan spektrum frekuensi radio secara bersama. Hal ini tertuang dalam Pasal 33 ayat 6.

Pasal tersebut mengatakan bahwa pemegang perizinan berusaha dapat melakukan kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru; dan/atau pengalihan penggunaan spektrum frekuensi radio, dengan penyelenggara telekomunikasi lainnya.



Simak Video "Menimbang Baik Buruk Omnibus Law Cipta Kerja untuk Sektor Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)