Dana Terbatas, Pembangunan Jaringan Telekomunikasi Harus Bijak

Dana Terbatas, Pembangunan Jaringan Telekomunikasi Harus Bijak

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 02 Sep 2020 10:11 WIB
Teknisi melakukan perawatan pemancar Base Transceiver Station (BTS) 4G milik PT Telkomsel di Jakarta, Rabu (28/10/205). Telkomsel terus menambah cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan 4G LTE di Indonesia, hingga saat ini Telkomsel mengklaim memiliki lebih dari 1,5 juta pelanggan. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi BTS. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapat anggaran Rp 14,7 triliun untuk 2021 mendatang, yang bakal dipakai untuk transformasi digital dan membangun akses internet di 12.500 daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah menyiapkan anggaran untuk pembangunan di bidang TIK sebesar Rp 30,5 triliun, dan Kominfo mendapat alokasi terbesar, yaitu Rp 14,7 triliun.

Anggaran untuk transformasi digital yang direncanakan pemerintah, menjadi perhatian Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Menurut pengamat kebijakan keuangan ini, pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengalokasikan anggaran, terlebih lagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19.

Uchok memperkirakan hingga tahun 2021, ekonomi Indonesia masih belum membaik. Kontraksi ekonomi masih akan terus terjadi. Sehingga akan mempengaruhi pendapatan negara baik dari pajak maupun non-pajak. Sementara defisit anggaran tahun depan diperkirakan mencapai 5,50% dari PDB atau Rp 971,2 triliun dan pembayaran utang mencapai Rp 373 triliun.

"Melihat dari kenyataan tersebut saya memperkirakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di tahun 2021 berpotensi mengalami penundaan. Meski Menkominfo mengatakan akan menggunakan dana non pajak, namun saya perkirakan tidak akan mencukupi," terang Uchok.

Lanjut Uchok, sebenarnya Menkominfo Johnny G Plate memiliki banyak pilihan untuk memberikan layanan telekomunikasi di 12.500 desa yang belum mendapatkan layanan telekomunikasi, tanpa harus menimbulkan beban berat bagi keuangan negara. Tinggal Menkominfo yang memutuskan langkah mana yang akan menjadi prioritas dalam penggelaran dan penggunaan teknologinya.

Uchok menyarankan kepada Menkominfo untuk terlebih dahulu memetakan daerah 3T mana saja yang menjadi target jangka pendek, menengah dan panjang program pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi. Termasuk teknologi yang akan dipakai serta potensi dan infrastruktur dasar yang dimiliki di wilayah tersebut.

Selanjutnya: Pilihan strategi Kemenkominfo...