Buaya Nil dikenal sebagai predator ganas dengan rahang kuat yang mampu melumpuhkan mangsanya. Namun, rekaman dari kamera kecil yang dipasang di mulut buaya justru memperlihatkan pemandangan tak terduga dan jauh dari kesan mengerikan.
Kamera tersebut merekam seekor buaya Nil dewasa membawa anak-anaknya di dalam mulut. Alih-alih menjadikan mereka mangsa, buaya itu menggunakan rahangnya sebagai tempat berlindung sekaligus alat transportasi yang aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut tim pembuat film dokumenter, anak buaya yang baru menetas akan memanggil induknya dari dalam sarang. Bayi-bayi berukuran sekitar 30 cm tersebut kemudian diangkat dengan sangat hati-hati menggunakan mulut sang induk.
"Pada pandangan pertama, perilaku ini terlihat mengerikan. Namun, sebenarnya ini merupakan cara cerdas untuk melindungi anak-anak mereka," ungkap tim dokumenter tersebut.
Rahang Mematikan Berubah Jadi Pelindung
Dalam sekali perjalanan, buaya dewasa dapat membawa lebih dari selusin anak di dalam mulutnya. Bayi-bayi itu kemudian dipindahkan dari sarang menuju tepi air atau kolam tersembunyi yang relatif aman.
Rekaman dari dalam mulut buaya menunjukkan bagaimana predator tersebut mengatur gerakan rahangnya dengan sangat hati-hati. Mulut yang biasanya digunakan untuk menangkap dan membunuh mangsa berubah menjadi semacam "pelukan" yang melindungi anak-anaknya.
Perlindungan tersebut sangat penting karena bayi buaya rentan menjadi santapan burung, ikan besar, dan bahkan buaya dewasa lainnya. Ukurannya yang masih kecil membuat mereka belum mampu menghadapi berbagai ancaman di alam liar.
Buaya Nil juga diketahui menjaga anak-anaknya selama beberapa minggu setelah menetas. Induknya akan tetap berada di sekitar mereka dan bersikap agresif ketika mendeteksi predator atau ancaman lain.
Kamera Ungkap Sisi Lembut Buaya Nil
Momen langka itu direkam di sekitar Murchison Falls, Masindi, Uganda. Seorang pembuat film memasang kamera berukuran kecil pada rahang buaya Nil dewasa untuk mendapatkan sudut pandang yang belum pernah terlihat dari jarak sedekat itu.
Hasilnya memperlihatkan sisi lain buaya yang selama ini kerap digambarkan sebagai mesin pembunuh berdarah dingin. Di balik kekuatan rahangnya, reptil tersebut memiliki naluri pengasuhan yang kuat terhadap keturunannya.
Perilaku ini juga menunjukkan bahwa buaya Nil mampu mengontrol rahangnya secara presisi. Gigi-gigi tajam yang mematikan bagi mangsa tidak melukai bayi buaya yang berada di dalam mulutnya.
Rekaman tersebut menjadi gambaran tentang kehidupan keluarga buaya yang jarang disaksikan manusia. Selain menjadi predator puncak, buaya Nil ternyata juga merupakan orang tua yang penuh perhatian dan siap mempertahankan anak-anaknya dari bahaya, demikian dilansir Discover Wildlife.

