Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
VoIP Ancam Matikan Seluler di 2006

VoIP Ancam Matikan Seluler di 2006


- detikInet

Bandung - Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengkhawatirkan potensi layanan komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP), karena dianggap bisa mematikan bisnis suara yang berbasiskan teknologi seluler. Apalagi tentang rendahnya tarif yang ditawarkan teknologi komunikasi suara berbasis protokol internet itu. "Bisnis seluler mungkin akan makin sulit di 2006. Makin meningkatnya VoIP bisa mematikan teknologi existing (seluler-red)," kata Kiskenda saat acara Press Gathering Nasional Telkomsel yang berlangsung di Hotel Sheraton Bandung, pada Sabtu-Minggu (07-08/01/2006).Apalagi menurutnya, dari segi investasi dan implementasi pengadaan layanan, biaya yang dikeluarkan untuk menghadirkan VoIP relatif lebih murah dan lebih mudah ketimbang seluler. "Tadinya butuh tarik kabel (serta investasi besar-red) untuk menghadirkan layanan suara. Sekarang cuma tinggal tambah server saja sudah bisa," paparnya.Kolaborasi dan KreativitasLalu, bagaimana untuk mengantisipasi hal itu? "Kuncinya kolaborasi dan kreativitas," jawab Kiskenda. Menurutnya, keduanya itu merupakan kata kunci yang tepat untuk lebih menghidupkan lagi bisnis seluler di 2006.Selain itu Telkomsel juga sudah mulai melakukan gerakan pemangkasan tarif selulernya. Mulai dari tarif suara, hingga tarif pesan singkat (SMS).Dia memaparkan, kolaborasi atau kebersamaan antara operator dengan para mitranya, akan sangat diperlukan untuk mengantisipasi 'pembunuh potensial' seluler itu, yakni dengan selalu menghadirkan layanan baru dengan terobosan mutakhir. Nah, untuk menghadirkan terobosan layanan juga diperlukan yang namanya kreativitas."Dengan tren yang mengarah pada konvergensi antara layanan suara, data, dan video di 2006 ini, kolaborasi diperlukan untuk menciptakan kreativitas," tukas Kiskenda.Sebagai contoh kolaborasi dan kreativitas, Pengamat Telematika Roy Suryo yang turut hadir di acara itu melempar lelucon mengenai layanan seluler generasi ketiga (3G). Menurutnya dengan akan hadirnya 3G, layanan baru yang mungkin akan laris manis ialah fitur backdrop atau gambar sebagai latar belakang.Dimana seperti diketahui, 3G yang nantinya mampu menghadirkan layanan suara dan video sekaligus, berpotensi membuat lawan bicara bisa melihat langsung orang yang diajak berbicara. Nah, bagi pihak yang biasanya sering berbohong mengenai keberadaanya saat melakukan percakapan via ponsel, tentunya hal itu akan sangat mengganggu. Tentunya, menurut Roy, fitur latar belakang yang bisa diubah sesuai keinginan sang pembohong itu bakal laris di pasaran.Ya anggaplah itu sebagai contoh lelucon segar mengenai kreativitas. Yang namanya teknologi, sejatinya diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia saja. Apabila terjadi penyalahgunaan disaat praktiknya, hal itu rasanya kembali ke pribadi masing-masing. (rouzni/)




Hide Ads