2009, Pasar VoIP Asia Capai Rp 96,8 triliun
- detikInet
Jakarta -
Menurut penelitian yang dilakukan oleh In-Stat, pasar Voice over Internet Protocol (VoIP) di Asia pada 2009 mendatang akan mencapai US$ 10 miliar. Jumlah ini kurang lebih setara dengan Rp 96,8 triliun (US$ 1 = Rp 9.688, sumber: detik.com).Perusahaan peneliti pasar tersebut mengatakan, sebanyak 85,4 persen pendapatan trafik VoIP tahun 2004 berasal Public Switched Telephone Networks (PSTN) atau jaringan telepon lokal.Menurut In-Stat, kebanyakan panggilan telepon tersebut berasal dari terminal PSTN atau IP lokal dari transmisi backbone Internet Protocol (IP)."Yang jelas, adopsi layanan VoIP di beberapa negara masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan adanya peraturan yang membatasi penggunaan VoIP serta adanya dominasi dari pemegang jabatan," ujar analis In-Stat Victor Liu seperti dikutip detikinet dari CMPNetAsia Rabu (4/1/2005). Sebagai contoh Jepang. Di Jepang, menurut Liu, provider layanan mampu menunjukkan keunggulan VoIP dengan memperkenalkan beberapa layanan baru serta mampu memikat hati konsumen untuk tidak terikat pada kerangka peraturan.Sementara itu In-Stat menilai, banyaknya jalur VoIP lokal di Asia membuat konsumen di Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura cenderung lebih suka melakukan panggilan lewat VoIP ketimbang melakukan panggilan jarak jauh. Kemungkinan konsumen beralih ke platform IP karena tarif yang ditawarkan lebih murah dibanding tarif panggilan lewat PSTN. Saat ini jumlah jalur VoIP tercatat 8,7 juta.
(ien/)