Indosat Dukung BRTI Evaluasi SOP Pergantian SIM Card

Indosat Dukung BRTI Evaluasi SOP Pergantian SIM Card

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 23 Jan 2020 06:28 WIB
Foto: Indosat Ooredoo
Jakarta -

Pascapembobolan rekening Ilham Bintang dengan modus SIM swap atau menukar SIM card, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mengevaluasi mekanisme pergantian SIM card di gerai operator seluler. Upaya ini mendapat dukungan Indosat Ooredoo yang memang terkait kasus menimpa wartawan senior itu.

"Kami berkomitmen mendukung pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap SOP guna memperbaiki bisnis proses pada keamanan data pelanggan. Indosat Ooredoo akan mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku guna memberikan standar perlindungan tertinggi terhadap data dan privasi pelanggan kami," kata Turina Farouk, SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo dalam keterangan resminya.

"Kami juga sejalan dengan pemerintah untuk mendorong pelanggan agar lebih berhati-hati dengan data pribadi mereka untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya Ilham Bintang mengaku rugi ratusan juta rupiah. Uang tersebut raib akibat ada pelaku kejahatan yang membobol rekening miliknya dengan modus SIM swap.

BRTI yang tak lain adalah 'wasit telekomunikasi' ini telah meminta penjelasan kepada Indosat Ooredoo. BRTI juga menegaskan bahwa pergantian SIM card harus sesuai dengan mekanisme dan SOP yang berlaku.

Anggota BRTI I Ketut Prihadi Kresna menegaskan mekanisme dan SOP pergantian SIM card tersebut tak hanya ditunjukkan untuk Indosat Ooredoo, tetapi operator lainnya juga.

Karenanya BRTI berencana dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh operator seluler yang menjalankan bisnisnya di Indonesia.

"Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan operator seluler mengevaluasi SOP yang berlaku di masing-masing dalam melakukan pergantian kartu SIM," ujar Ketut.

"Nanti kami cermati parameter-parameter yang selama ini diberlakukan. Kalau memang masih ada celah-celah, nanti kita rumuskan dan kira-kira nanti bisa gak diterapkan di semua operator," sambungnya.

BRTI juga memberikan masukan kepada operator seluler agar pelanggan yang ingin menggantikan SIM card tidak hanya mengandalkan KTP sebagai verifikasi, tetapi ada data penyanding lainnya.

"Misalnya, kartu kredit atau kartu keluarga sebagai data penyanding selain KTP," ucap dia.



Simak Video "Pemerintah Pastikan Aturan Registrasi IMEI Bebas Penyalahgunaan"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)