Perusahaan pemasaran gim yang berbasis di Singapura, Ampverse, resmi mengumumkan ekspansi bisnisnya ke Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan pemasaran gim dan hiburan berbasis kreator di kawasan, setelah sebelumnya beroperasi di Singapura, Tailan, dan Filipina.
Masuknya Ampverse ke Indonesia disebut sejalan dengan perubahan kebutuhan klien dalam 6 hingga 12 bulan terakhir. Jika sebelumnya brand lebih banyak melakukan aktivasi kreator bersifat uji coba, kini pendekatan bergeser ke strategi yang lebih terstruktur-menggabungkan kreator, media interaktif, dan pengembangan komunitas dengan hasil yang terukur dan berbasis metrik.
CEO Ampverse, Charlie Baillie, menilai Indonesia sebagai pasar kunci bagi masa depan industri gim dan hiburan digital di Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ampverse dibangun untuk beroperasi di persimpangan antara gim, kreator, dan pemasaran di Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar penting bagi masa depan gim dan hiburan digital," ujarnya dikutip dari siaran pers, Minggu (1/3/2026).
"Yang berubah bukan hanya skala yang semakin besar, tetapi juga permintaan klien yang semakin menekankan strategi pemasaran gim berbasis komunitas yang autentik dengan ukuran kinerja yang jelas," ucapnya menambahkan.
Indonesia Dinilai Pasar Strategis Industri Gim
Ampverse memandang Indonesia memiliki potensi besar berkat basis audiens muda yang luas serta tingginya keterlibatan pada gim mobile. Dalam periode yang sama, perusahaan juga mencatat meningkatnya perhatian penerbit gim global dan regional terhadap Indonesia, yang dinilai sebagai indikator kematangan pasar secara komersial.
Untuk memperkuat operasional di Tanah Air, Ampverse merekrut talenta dari berbagai organisasi di sektor gim dan pemasaran digital, termasuk AnyMind Group dan Team Liquid Indonesia. Langkah ini disebut penting untuk memperdalam pemahaman konteks lokal, khususnya dalam pengelolaan kreator, komunitas, dan kemitraan merek.
Di tahap awal ekspansi, Ampverse akan memprioritaskan kolaborasi dengan sektor telekomunikasi, perangkat keras, FMCG, dan penerbit gim. Layanan yang ditawarkan mencakup pemasaran influencer, pengembangan komunitas, hingga kampanye media interaktif.
Tak hanya itu, Ampverse juga berencana memperluas layanan media berbasis kinerja ke sektor otomotif, e-commerce, serta layanan keuangan, dengan pendekatan kampanye yang selaras dengan target hasil dan tolok ukur performa.
Salah satu produk unggulan yang dibawa ke Indonesia adalah Ampverse Gaming Intelligence (AGI), sistem analitik berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform ini memanfaatkan data kampanye sebelumnya dan basis data kreator gim di pasar operasional Ampverse.
AGI dirancang untuk membantu dua keputusan utama dalam kampanye: pemilihan kreator dan alokasi anggaran. Berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan jumlah pengikut, AGI menganalisis indikator perilaku audiens seperti durasi tonton, afinitas, dan pola performa historis.
Dalam salah satu kampanye, AGI menemukan bahwa kreator gim skala menengah dengan tingkat retensi audiens tinggi mampu mengungguli influencer besar dalam mendorong unduhan. Temuan ini kemudian digunakan untuk mengoptimalkan distribusi anggaran agar lebih efisien.
Head of Client Solutions Ampverse, Mohammad Rezza Fachri Pratama, menegaskan bahwa pendekatan pemasaran di industri gim harus berangkat dari komunitas.
"Banyak merek masih memperlakukan gim sebagai ruang penempatan iklan, bukan ruang komunitas. Aturan praktis kami sederhana: berkontribusi dulu sebelum promosi. Jika sebuah merek tidak menambah nilai pada pengalaman bermain atau mekanik komunitas, strategi aktivasi perlu dirancang ulang," pungkasnya.
(agt/agt)


