Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
700 Ribu Pelanggan Prabayar Indosat Sudah Teregistrasi

700 Ribu Pelanggan Prabayar Indosat Sudah Teregistrasi


- detikInet

Jakarta - Sejak diberlakukannya kebijakan registrasi prabayar, Indosat telah mendata identitas 700 ribu pelanggan prabayarnya. Indosat tak takut kebijakan ini akan menurunkan jumlah pelanggannya."Sampai saat ini, 700 ribu pelanggan prabayar sudah terdaftar. Tim kita sudah menelpon pelanggan," kata Direktur Utama PT Indosat, Hasnul Suhaemi, dalam acara Halal Bihalal bersama wartawan, di Zoom Cafe, Jakarta, Kamis (24/11/2005).Menurut Hasnul, pihaknya mengiming-imingi pelanggan prabayar dengan voucher atau bonus pulsa agar mau mendaftarkan identitasnya. Sementara untuk dealer, Indosat juga memberli bonus, misalnya Rp 1000 per nomor yang berhasil mereka daftarkan.Hasnul memaparkan, selama ini melakukan registrasi pelanggan prabayar memang menyulitkan. "Untuk meregistrasi 13,5 juta pelanggan memang berat, tapi kita harap Arpil 2006 semua sudah terdaftar. Tapi kalau belum semua, kita akan cari alternatif lain," kata Hasnul.Hasnul memperkirakan, jumlah pelanggan ada kemungkinan mengalami penurunan setelah kebijakan registrasi diberlakukan. Kalau tidak ada kebijakan registrasi, total pelanggan kemungkinan akan mencapai 46 jutaan, dan sampai akhir tahun mungkin capai 50 jutaan. "Dalam dua tiga tahun ke depan, pelanggan bisa jadi mencapai 80 jutaan. Dan di 2010, mungkin sudah mencapai 90 jutaan," ungkap Hasnul.Kondisi lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan pelanggan adalah laju inflasi. "Saya rasa turunnya daya beli dari inflasi hanya menunda angka pertumbuhan itu saja. Dengan adanya registrasi, pelanggan yang suka pindah operator, akan malas. Mereka hanya akan pilih operator yang kualitasnya dinilai paling bagus," ujarnya.Berdasarkan hitungan statistik, ungkap Hasnul, saat ini ada 40 juta pelanggan seluler. Dari jumlah tersebut, mungkin hanya 23,5 juta saja yang benar-benar pelanggan.Meski setelah registrasi jumlah pelanggan diperkirakan turun, Hasnul mengaku hal itu tidak mengkhawatirkan. "Hal itu tidak menjadi masalah, yang penting revenue tidak turun. Saya malah memperkirakan revenue naik double digit," tandasnya. (ketepi/)





Hide Ads