Selasa, 17 Des 2019 17:48 WIB

Menkominfo: 5G Itu Geostrategis

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: DW News
Jakarta - Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, ketersediaan frekuensi saat ini harus ditata agar pemanfaatannya tidak salah sasaran.

Di saat sejumlah negara sudah mulai menggelar layanan 5G, Indonesia masih belum memantapkan frekuensi mana yang akan dipakai untuk layanan jaringan generasi kelima tersebut.



Di sisi lain, operator seluler yang memanfaatkan frekuensi dalam memberikan layanan kepada pelanggan, telah melakukan uji coba 5G, di antaranya Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Smartfren, hingga Hutchison 3 Indonesia (Tri). Mereka diberi lampu hijau dari Kementerian Kominfo guna memanfaatkan frekuensi 28 GHz.

"5G itu memang menjadi bahasan penting tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara. Kita harus menata dengan benar frekuensi spektrum untuk 5G karena ini seperti jalan tol bagi revolusi digital," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Mengenai penentuan frekuensi yang akan dipakai layanan 5G, Menkominfo mengatakan hal itu harus ditata dengan baik tanpa menyebutkan apa yang dilakukan Kominfo.

"Dipersiapkan dengan baik. Sudah saya bilang ini geostrategi, nggak semua harus disampaikan sekarang," ucapnya.

Johnny melanjutkan, kita juga harus menentukan pilihan teknologi mana yang dipakai. Kemudian, dalam menentukan pilihan teknologi tentu harus memperhatikan posisi geostrategi Indonesia.

"Sehingga pada saat mengimplementasikan 5G secara komersial di Indonesia, kita harus bisa memanfaatkan dengan baik untuk kepentingan kita. Karena 5G ini merupakan suatu revolusi, perubahan yang fundamental dari kehidupan digital," tuturnya.



"Kita harus siapkan infrastrukturnya, kita harus siapkan frekuensinya. Kita memilih untuk teknologi yang tepat," pungkas Johnny.

Simak Video "Menkominfo Sebut Netflix Tak Perlu Diblokir tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)