Selasa, 10 Des 2019 10:45 WIB

Menerka Kinerja Keuangan Telkom di 2020

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi tower Telkom. Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi tower Telkom. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Salah satu saham yang diperkirakan menjadi buruan investor saat window dressing adalah saham Telkom, karena BUMN tersebut dianggap mempunyai dasar yang kuat.

Sebagai informasi, window dressing adalah masa di mana perusahaan mempercantik laporan kinerja keuangan mereka, yang bertujuan untuk menarik para investor.

Hal ini diutarakan oleh Sebastian Tobing, analis saham PT Trimegah Securities Tbk., yang mengatakan bahwa fundamental emiten berkode TLKM ini masih sangat solid. Bahkan analis ini melihat saham Telkom merupakan saham dari emiten telekomunikasi yang terbaik di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, Sebastian juga menyebut market share Telkomsel, yang merupakan bagian terbesar dari Telkom, belum akan goyah. Bahkan Telkomsel pun menurutnya masih berpotensi untuk tumbuh besar.


"Bisnis inti Telkom kami nilai masih sangat baik. Melihat akan kebutuhan layanan data dan trend penggunaan data di dunia, Telkom melalui Telkomsel juga masih akan membukukan pertumbuhan revenue data yang cukup signifikan. Apa lagi tahun depan Telkomsel berencana akan menggelar layanan 5G yang bisa dipastikan akan mendongkrak revenue dari data," papar Sebastian dalam keterangan yang diterima detikINET.

Sebastian melihat saat ini Telkom berusaha untuk melakukan diversifikasi usahanya tidak hanya fokus kepada layanan selular melalui Telkomsel saja. Tetapi sudah mengarah ke pendapatan non telekomunikasi seperti tower provider melalui Mitratel. Bisnis tower provider Telkom masih dilihat Sebastian masih cukup menarik. Bahkan Mitratel bisa menjadi salah satu kandidat anak usaha Telkom yang bisa go public.

"Terlebih lagi emiten tower lainnya terus membukukan peningkatan pendapatan. Market cap Tower Bersama saja sudah mencapai Rp 50 triliun. Mungkin Mitratel memiliki market cap dan kinerja yang hampir sama dengan Tower Bersama. Saat ini Mitratel menjadi salah satu tower provider yang memiliki jumlah Menara yang cukup besar. Mungkin jumlahnya lebih dari 20 ribu unit menara," terang Sebastian.


Melihat sudah semakin kecilnya perang harga dan gangguan regulasi seperti beberapa tahun yang lalu, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom hingga bisa melebih industry yaitu 7%. Bahkan di tahun depan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom bisa mencapai 9%.

Melihat kinerja Telkom yang masih cukup baik tersebut dan prospek kebutuhan akan layanan daya, Trimegah masih merekomendasikan beli saham Telkom. Bahkan Sebastian menaikkan target harga saham Telkom yang tadinya hanya Rp 4500 menjadi Rp 4750.


Menerka Kinerja Keuangan Telkom di 2020


Simak Video "Layanannya Masih Diblokir, Netflix Terus Melobi Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)