Menjelang musim Haji 2026, kualitas koneksi WiFi di hotel-hotel sekitar Makkah dan Madinah menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Ookla mengungkap adanya kesenjangan besar dalam performa internet di sejumlah hotel mewah yang menjadi tempat menginap para jemaah.
Dengan jutaan jemaah dari seluruh dunia diperkirakan memadati dua kota suci tersebut, akses internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk komunikasi, navigasi, hingga layanan digital harian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam analisis tersebut, hanya tiga dari 16 hotel mewah yang diteliti berhasil mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Posisi teratas ditempati oleh SwissΓ΄tel Makkah dengan kecepatan mencapai 152,17 Mbps, disusul Fairmont Hotel sebesar 148,87 Mbps, serta SwissΓ΄tel Al Maqam dengan 124 Mbps.
Hotel lain seperti Pullman ZamZam Makkah masih mampu menghadirkan kecepatan hingga 96,80 Mbps, sementara Anwar Al Madinah MΓΆvenpick mencatat 78,42 Mbps. Beberapa hotel lain seperti Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, hingga Millennium Al Aqeeq masih berada di kisaran cukup, yakni antara 18 Mbps hingga 38 Mbps.
Namun, persoalan utama bukan hanya soal kecepatan puncak, melainkan konsistensi layanan saat jam sibuk. Ookla mencatat bahwa bahkan di hotel-hotel terbaik, 10% pengguna terbawah masih bisa mengalami penurunan kecepatan hingga di bawah 15 Mbps, yang berpotensi menimbulkan frustrasi besar bagi tamu.
Kondisi lebih mengkhawatirkan ditemukan pada beberapa hotel premium lain yang justru mencatat performa sangat rendah. Hilton Makkah Convention Hotel hanya membukukan kecepatan 4,95 Mbps, sedangkan Anjum Hotel Makkah berada di angka 10,51 Mbps. Angka ini dinilai berisiko menghadirkan pengalaman jaringan yang mengecewakan bagi para jemaah.
Menurut Ookla, perbedaan performa ini sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan. Hotel dengan jaringan berbasis Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik terbukti jauh lebih stabil dibanding hotel yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz.
Data musim Haji 2025 juga menunjukkan betapa vitalnya konektivitas digital. Ookla mengungkapkan bahwa data-rata penggunaan data jemaah mencapai 1,26 GB per hari, atau tiga kali lipat rata-rata global. Jumlah ini melonjak signifikan dibanding musim Haji 2024 yang berada di angka 876 MB per pengguna per hari.
Ookla menilai penyedia hotel perlu segera meningkatkan kapasitas ISP, memperluas koneksi fiber, memprioritaskan penggunaan jaringan 5 GHz, serta menambah titik akses demi menghilangkan area tanpa sinyal.
(agt/agt)

