Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gugatan Gila Elon Musk Senilai Rp 2.200 Triliun Siap Jegal ChatGPT

Gugatan Gila Elon Musk Senilai Rp 2.200 Triliun Siap Jegal ChatGPT


Fino Yurio Kristo - detikInet

Elon Musk dan Sam Altman
Elon Musk dan Sam Altman. Foto: The Richest/Getty Images
Jakarta -

Sekelompok orang biasa yang mungkin tidak terlalu paham tentang kecerdasan buatan atau AI, bisa saja menentukan masa depan OpenAI, perusahaan pencipta ChatGPT.

Gugatan Elon Musk OpenAI beserta para pemimpinnya, termasuk CEO Sam Altman, disidangkan Senin waktu Amerika Serikat. Persidangan terjadi pada saat genting bagi OpenAI. Prospek penawaran saham perdana (IPO) bernilai fantastis dan persaingan kian sengit di industri AI. Ambisi IPO OpenAI bisa hancur jika Musk menang. Altman dan salah satu pendiri sekaligus Presiden OpenAI, Greg Brockman, bisa kehilangan posisi.

"Ini adalah opera sabun teknologi yang akan disaksikan semua investor saat Musk vs Altman masuk ring MMA. Kami yakin akan ada banyak aib dan saling serang di pengadilan antara Musk dan Altman dan itu bukan hal baik bagi siapa pun yang terlibat, tapi Musk membuatnya jadi masalah pribadi," kata analis Wedbush, Dan Ives.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilihan juri pengadilan pun pelik, terutama karena ada kemungkinan mereka memihak serta mungkin tak paham industri AI. Musk dan Altman bukan sekadar CEO, mereka selebritas. "Banyak calon juri, terutama dari Silicon Valley, akan punya opini sangat kuat tentang kedua raksasa teknologi dan AI ini," kata konsultan juri Alan Tuerkheimer pada CNN yang dikutip detikINET.

"Hukum tidak mengharuskan juri yang belum pernah mendengar tentang Elon Musk atau AI. Hukum perlu juri yang bisa mengesampingkan apa yang pernah mereka dengar dan memutuskan kasus hanya berdasarkan bukti di pengadilan," kata Profesor Elizabeth Lippy dari sekolah hukum Temple University.

ADVERTISEMENT

Hakim memanggil lebih banyak kandidat selama pemilihan juri, sekitar tiga kali lebih besar daripada kasus perdata umumnya. Hakim dan pengacara akan mencoba menggali perasaan calon juri, bukan hanya terhadap nama-nama besar tersebut, tapi tentang AI secara umum.

Tuduhan Musk

Musk ikut mendirikan dan membantu mendanai OpenAI sebagai organisasi nirlaba di 2015, menyumbangkan sekitar USD 44 juta pada beberapa tahun pertamanya. Namun, ia pergi tahun 2018 setelah perebutan kekuasaan yang sengit. Musk kemudian mendirikan perusahaan xAI.

Setelah Musk pergi, OpenAI perlu mengumpulkan lebih banyak uang. Sebuah anak perusahaan berorientasi laba didirikan di 2019, kemudian diubah menjadi perusahaan kepentingan publik yang diawasi yayasan nirlaba tersebut pada tahun 2025. Jaksa agung California dan Delaware menyetujui perubahan tersebut tahun lalu.

Musk mengklaim pergeseran tersebut mengkhianati misi nirlaba OpenAI untuk mengembangkan AI open source yang aman demi kebaikan publik, bukan untuk keuntungan pribadi. Ia mengklaim OpenAI mengambil untung melalui pelanggaran kepercayaan amal dan memperkaya diri secara tidak sah.

Microsoft, yang ditetapkan Musk sebagai tergugat bersama dalam kasus ini, dituduh membantu dan bersekongkol dengan OpenAI. "Musk dan tujuan awal lembaga nirlaba tersebut dikhianati Altman beserta kaki tangannya," sebut gugatan Musk.

Musk ingin hakim mengembalikan OpenAI ke struktur nirlaba, menyingkirkan Altman dan Brockman dari dewan direksi, serta memberikan ganti rugi lebih dari USD 130 miliar (sekitar Rp 2.240 triliun). Musk mengatakan ke pengadilan bahwa ia ingin semua ganti rugi diserahkan ke yayasan nirlaba OpenAI, bukan pada dirinya.

OpenAI mengklaim Musk sendirilah yang mendorong struktur berorientasi laba. Mereka mengatakan ia pergi karena tidak bisa mengambil kendali penuh dan gugatan itu dimotivasi rasa iri, penyesalan karena meninggalkan OpenAI, dan keinginan menjegal perusahaan AI saingan.

Bukti-bukti mencakup ratusan halaman email, pesan teks, dan tulisan pribadi dari beberapa nama terbesar industri teknologi. Saksi yang diperkirakan hadir meliputi Musk, Altman, Brockman, CEO Microsoft Satya Nadella, mantan eksekutif OpenAI, serta orang-orang terdekat Musk. Juri diperkirakan mulai bermusyawarah 12 Mei.




(fyk/fyk)






Hide Ads